Kasasi Ditolak, MA Segera Usulkan PTDH Arif Nuryanta dan Djuyamto

- Kontributor

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memastikan akan segera memproses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap para hakim yang telah divonis bersalah dalam kasus suap terkait putusan lepas (ontslag) perkara korupsi ekspor minyak goreng.

Juru Bicara Mahkamah Agung, Yanto, mengatakan usulan PTDH akan diajukan setelah putusan terhadap para terpidana berkekuatan hukum tetap (inkrah).

“Kalau sudah inkrah, segera diusulkan pemberhentian tidak dengan hormat,” ujar Yanto, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan prosedur yang berlaku bagi seluruh hakim yang terbukti melakukan pelanggaran berat. Kebijakan tersebut juga telah diterapkan terhadap sejumlah hakim yang sebelumnya tersangkut perkara serupa di berbagai daerah.

“Begitu sudah inkrah akan segera diusulkan pemberhentian tidak dengan hormat seperti hakim-hakim lainnya,” katanya.

Sementara itu, Mahkamah Agung juga menolak permohonan kasasi yang diajukan Djuyamto. Dengan putusan tersebut, hukuman 12 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Djuyamto tetap berlaku.

Putusan serupa juga dijatuhkan kepada mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sekaligus mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Muhammad Arif Nuryanta. Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukannya sehingga vonis 14 tahun penjara tetap berkekuatan hukum.

Dengan putusan tersebut, proses pemberhentian tidak dengan hormat terhadap para hakim terpidana akan segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku setelah seluruh putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

 

Baca Juga  Transaksi Narkoba di Nias Berhasil Digagalkan TNI AL
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron
Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika
Bawas MA Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Pemberian Sesama Rekan Kerja Jadi Rp500 Ribu
PERS PROFESIONAL DAN PEMIMPIN BERINTEGRITAS: JANGAN UBAH KLARIFIKASI MENJADI KONFLIK
MK Putuskan Anggaran Program MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN Berikutnya
Beredar Informasi Dugaan Penganiayaan terhadap Aktivis di Lebak, Publik Menanti Klarifikasi Resmi Aparat
Febrie Ardiansyah Tersangka,Plt Jampidsus Terima Pelimpahan Tiga Perkara Korupsi, Dua Tersangka Telah Ditetapkan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Kamis, 17 September 2026 - 04:59 WIB

KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Bawas MA Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Pemberian Sesama Rekan Kerja Jadi Rp500 Ribu

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:12 WIB

PERS PROFESIONAL DAN PEMIMPIN BERINTEGRITAS: JANGAN UBAH KLARIFIKASI MENJADI KONFLIK

Berita Terbaru

Keterangan foto: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sejumlah agenda kenegaraan di Istana Negara, Jakarta. Sejumlah pergantian pejabat strategis dan keputusan politik menjadi perhatian sepanjang sepekan terakhir.

Berita

Lima Berita Politik Pilihan Sepekan yang Menarik Dibaca

Minggu, 4 Okt 2026 - 09:54 WIB

Keterangan foto: Irjen Pol Asep Safrudin ditunjuk Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Bareskrim Polri, menggantikan Komjen Pol Syahardiantono berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026.

Polri

Asep Safrudin Jadi Kabareskrim, Gantikan Syahardiantono

Minggu, 4 Okt 2026 - 09:48 WIB