Serang – Transformasi digital dinilai menjadi kunci agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan perilaku konsumen dan persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Atas dasar itu, PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) melalui PPMSE Plaza Banten berkolaborasi dengan WH Institute menyelenggarakan Pelatihan UMKM Go Digital 2026 yang diikuti sekitar 150 pelaku UMKM dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Mengusung tema “Membangun UMKM yang Adaptif, Modern, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan tersebut tidak hanya membekali peserta mengenai pemasaran digital, tetapi juga membangun sebuah ekosistem pengembangan UMKM yang mencakup peningkatan kapasitas, legalitas usaha, perluasan pasar, hingga akses pembiayaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi (RTI) PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) sekaligus pengelola PPMSE Plaza Banten, Endang Saputra dalam keterangan resminya mengatakan bahwa tantangan UMKM saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan produk, melainkan bagaimana membangun kepercayaan pasar melalui kualitas, branding, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Hari ini persaingan tidak hanya soal harga. UMKM harus memiliki identitas merek yang kuat, kemasan yang menarik, mudah ditemukan secara digital, serta mampu membangun kepercayaan pelanggan. Inilah yang terus kami dorong melalui Plaza Banten,” ujarnya.
Menurut Endang, Plaza Banten tidak hanya diposisikan sebagai marketplace, tetapi sebagai ekosistem pengembangan UMKM yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, pendampingan, digitalisasi, hingga peluang kolaborasi bisnis.
Melalui platform tersebut, UMKM didorong untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus memanfaatkan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
UMKM Butuh Pendampingan, Bukan Sekadar Pelatihan
Pelatihan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan bahwa tantangan terbesar mereka bukan hanya memasarkan produk, tetapi bagaimana mengembangkan usaha dari skala mikro menjadi usaha yang lebih besar.
Menjawab hal tersebut, Endang mengajak pelaku UMKM untuk mulai mengubah pola pikir dalam membangun usaha.
“Kalau ingin usaha berkembang, pertama yang harus dibesarkan adalah wadah rezekinya. Jangan hanya berpikir bertahan sebagai usaha mikro, tetapi mulai menyiapkan diri untuk scale up. Tingkatkan kualitas produk, manfaatkan teknologi digital, perluas pasar, dan bangun kepercayaan pelanggan.”
Peserta lainnya juga menyoroti persoalan arus kas usaha. Mereka mengaku sering menghadapi keterlambatan pembayaran dari pembeli sehingga kesulitan menjaga kelangsungan produksi.
Merespons hal itu, Plaza Banten tengah mengembangkan skema pembiayaan transaksi berbasis Purchase Order (PO) sebagai solusi menjaga kelancaran cash flow UMKM.
“Kami memahami cash flow menjadi tantangan utama UMKM. Karena itu Plaza Banten sedang mengembangkan skema pembiayaan transaksi berbasis PO agar pelaku usaha tetap dapat menjalankan produksi ketika pembayaran dari buyer belum diterima,” jelasnya.
Tidak hanya persoalan modal, para peserta juga berharap adanya program pendampingan berkelanjutan karena masih banyak pelaku UMKM yang belum terbiasa memanfaatkan teknologi digital.
Menurut Endang, masukan tersebut akan menjadi dasar bagi Plaza Banten dalam menyusun program lanjutan agar transformasi digital benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku usaha.
Legalitas Menjadi Kunci Kepercayaan Pasar
Dalam sesi diskusi, peserta juga menanyakan persyaratan untuk memasarkan produk melalui Plaza Banten, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal.
Endang menjelaskan bahwa legalitas usaha memang belum menjadi persyaratan mutlak untuk bergabung, namun sangat penting bagi UMKM yang ingin berkembang.
“Legalitas bukan hanya soal administrasi. NIB, Sertifikat Halal, dan dokumen pendukung lainnya akan meningkatkan kredibilitas usaha, memperkuat kepercayaan pembeli, serta membuka akses ke pasar modern, pengadaan pemerintah, maupun ekspor.”
Sertifikat Digital dan Komitmen Membangun Ekosistem UMKM
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta menerima Sertifikat Partisipasi Pelatihan UMKM Go Digital 2026 yang diterbitkan oleh WH Institute bersama Plaza Banten.
Sertifikat tersebut telah dilengkapi QR Code sehingga dapat diverifikasi secara digital melalui WH Institute, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pelatihan yang profesional dan terdokumentasi dengan baik.
Sertifikat ditandatangani oleh Pembina WH Institute, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si., bersama Kepala Divisi RTI PT Agrobisnis Banten (Perseroda), Endang Saputra, S.Kom., M.Kom., sebagai simbol kolaborasi antara penguatan kepemimpinan, transformasi digital, dan pemberdayaan UMKM.
Endang berharap kolaborasi antara Plaza Banten dan WH Institute tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan UMKM yang lebih adaptif, modern, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
“Kami ingin Plaza Banten menjadi rumah besar bagi UMKM Banten. Bukan sekadar tempat berjualan, tetapi menjadi mitra yang mendampingi pelaku usaha mulai dari peningkatan kapasitas, digitalisasi, legalitas, akses pembiayaan, hingga membuka pasar yang lebih luas.”











