Indonesia Segera Impor Minyak Mentah Rusia, Fokus Jaga Ketahanan Energi

- Kontributor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan minyak mentah atau crude dari Rusia segera masuk ke Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.

Saat ditemui selepas menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu, Bahlil menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Bahlil.

Namun, Bahlil tidak menjelaskan lebih rinci volume impor minyak mentah Rusia yang akan segera masuk ke Indonesia tersebut maupun kilang yang nantinya akan mengolah crude tersebut di dalam negeri.

Ia mengatakan pemerintah fokus memastikan ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan berbagai angka oktan, di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

Menurut dia, dalam situasi geopolitik global saat ini, negara harus mengutamakan keamanan pasokan energi sebelum mengambil langkah lanjutan terkait kebijakan energi lainnya.

“Dalam keadaan kondisi kayak begini negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Terkait mekanisme dan harga impor minyak mentah Rusia, Bahlil menyebut kepastian tersebut merupakan ranah business to business (B2B).

Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka peluang impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia. Namun, menurut Bahlil, rencana tersebut masih dalam tahap pembicaraan.

Baca Juga  Jenderal Top Rusia Kehilangan Anggota Tubuh Akibat Serangan Berani Ukraina di Kursk

Meski demikian, ia memastikan stok LPG nasional saat ini masih berada di atas batas minimum nasional.

“Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” ucap Bahlil.

Penulis : Zainal

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APTRINDO Dorong Legalisasi Tambang Rakyat demi Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan
Kemnaker Bantu Modal Usaha Rp5 Juta bagi Peserta TKM Pemula 2026
Jumlah Nasabah Bullion Bank Tembus 5,7 Juta, Investasi Emas Meningkat Signifikan
Stabilitas Pangan Menjelang Idul Fitri, Pemerintah Perkuat Distribusi dan Pengawasan
Stimulus Ramadan Idulfitri 2026, Pemerintah Kucurkan Bantuan Pangan bagi 35 Juta Keluarga Penerima Manfaat
Keterbatasan,Harapan,dan Doa: Perspektif Reflektif atas Perjalanan Hidup
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:56 WIB

APTRINDO Dorong Legalisasi Tambang Rakyat demi Ekonomi dan Lingkungan Berkelanjutan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:56 WIB

Kemnaker Bantu Modal Usaha Rp5 Juta bagi Peserta TKM Pemula 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:53 WIB

Indonesia Segera Impor Minyak Mentah Rusia, Fokus Jaga Ketahanan Energi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:56 WIB

Jumlah Nasabah Bullion Bank Tembus 5,7 Juta, Investasi Emas Meningkat Signifikan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:53 WIB

Stabilitas Pangan Menjelang Idul Fitri, Pemerintah Perkuat Distribusi dan Pengawasan

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB