Anak Daerah Berkarya, Tapos Caang Akan Hadirkan Film “Sang Saka Merah Putih” Sambut HUT RI

- Kontributor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemuda dan warga Kampung Tapos Caang, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, terlibat dalam produksi film “Sang Saka Merah Putih” sebagai karya anak daerah dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 17 Agustus 2026 di Alun-Alun Tapos Caang.

Para pemuda dan warga Kampung Tapos Caang, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, terlibat dalam produksi film “Sang Saka Merah Putih” sebagai karya anak daerah dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 17 Agustus 2026 di Alun-Alun Tapos Caang.

LEBAK — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para pemuda dan warga Kampung Tapos Caang, Desa Ciminyak, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, memilih cara kreatif untuk mengekspresikan semangat kemerdekaan. Mereka menggarap sebuah film bertema nasionalisme berjudul “Sang Saka Merah Putih”.

Film tersebut merupakan karya pemuda Tapos Caang yang mengangkat kisah sebuah bendera yang dikeramatkan dan menjadi warisan leluhur seorang pejuang pada masa penjajahan, sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Karya audiovisual tersebut digarap bersama Herman Affandi, warga Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, yang bertindak sebagai penulis sekaligus produser.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Film “Sang Saka Merah Putih” dijadwalkan tayang pada 17 Agustus 2026 di Alun-Alun Tapos Caang, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam proses produksinya, sejumlah pemuda dan warga Tapos Caang terlibat secara langsung. Mereka tidak hanya tampil sebagai pemeran, tetapi juga ikut membantu berbagai kebutuhan produksi selama proses pengambilan gambar berlangsung.

Sejumlah pemain yang terlibat dalam film tersebut antara lain Siti Rohmah, Sopian, Supriyadi, Bayu Putra, Ubaidillah, dan Rudi.

Rudi, yang terlibat sebagai pemeran sekaligus salah satu penggagas film, mengatakan ide pembuatan film bermula dari keinginan menghadirkan kegiatan yang berbeda dalam menyambut momentum kemerdekaan.

Menurut Rudi, kehadiran film tersebut bukan sekadar untuk menghasilkan sebuah tontonan. Proses produksinya juga menjadi ruang bagi anak-anak muda dan masyarakat untuk berkumpul, membangun kerja sama, serta menghasilkan karya secara bersama-sama.

«“Kami ingin membuat sesuatu yang bisa menjadi kenang-kenangan untuk masyarakat Tapos Caang dalam momentum kemerdekaan. Yang penting bukan hanya filmnya, tetapi bagaimana anak-anak muda dan warga bisa berkumpul, bekerja sama, dan menghasilkan sebuah karya,” kata Rudi.»

Baca Juga  Kapolda Banten Pimpin Upacara Sertijab Kabid Propam Polda Banten

Keterlibatan Rudi dalam produksi juga tidak sebatas tampil di depan kamera. Ia turut memberikan dukungan pembiayaan agar proses pembuatan film dapat berjalan, sementara warga lainnya mengambil peran sebagai pemain maupun membantu berbagai pekerjaan di balik proses pengambilan gambar.

Sementara itu, Herman Affandi turut mengembangkan gagasan cerita sebagai salah satu penggagas dan kreator. Ia mengatakan, ide pembuatan film berangkat dari keinginan menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat, tetapi tetap membawa pesan mengenai Merah Putih, perjuangan, dan kecintaan terhadap Indonesia.

«“Ide awalnya bagaimana kita membuat sebuah karya yang dekat dengan masyarakat, tetapi tetap membawa pesan tentang Merah Putih, perjuangan dan rasa cinta kepada Indonesia. Karena itu kami mencoba menuangkannya dalam bentuk film,” ujar Herman.»

Film “Sang Saka Merah Putih” tidak hanya mengangkat kisah mengenai sebuah bendera yang memiliki nilai sejarah dalam cerita. Film tersebut juga menjadi media bagi pemuda Tapos Caang untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengenalkan nilai-nilai nasionalisme melalui karya audiovisual.

Proses produksi menjadi pengalaman baru bagi sejumlah warga yang sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam pembuatan film. Mereka terlibat dalam pemeranan, pengambilan gambar, penghayatan karakter, hingga bekerja sama sebagai bagian dari tim produksi.

Salah seorang warga Tapos Caang yang turut menjadi pemain mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti proses produksi. Awalnya, ia hanya mengikuti ajakan untuk bermain dalam film tersebut.

Namun, setelah menjalani proses produksi, ia memahami bahwa pembuatan film membutuhkan kerja sama, kesabaran, dan kekompakan.

«“Awalnya kami hanya ikut karena diajak. Tetapi setelah menjalani prosesnya, ternyata membuat film membutuhkan kerja sama dan kesabaran. Kami senang bisa ikut terlibat dan mudah-mudahan hasilnya bisa diterima masyarakat,” tuturnya.»

Baca Juga  Distribusi Pupuk Subsidi di Leuwidamar Jadi Sorotan, Harga Diduga Melebihi HET

Pengambilan gambar dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar dan melibatkan masyarakat setempat. Keterlibatan warga berlangsung selama proses produksi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia.

Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, film “Sang Saka Merah Putih” masih dalam tahap persiapan sebelum ditayangkan kepada masyarakat.

Para penggagas menjadwalkan film tersebut tayang pada 17 Agustus 2026 di Alun-Alun Tapos Caang, sebagai bagian dari rangkaian momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui film tersebut, para pemuda Tapos Caang berharap semangat gotong royong, kreativitas, persatuan, dan kecintaan terhadap Merah Putih dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Data Film

Judul: Sang Saka Merah Putih
Penulis dan Produser: Herman Affandi
Pemeran: Siti Rohmah, Sopian, Supriyadi, Bayu Putra, Ubaidillah, Rudi
Lokasi Tayang: Alun-Alun Tapos Caang
Tanggal Tayang: 17 Agustus 2026

Penulis : Denis

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngamuk Minta Uang Langganan Media, Pria Mengaku Wartawan Diamankan Polisi di Sukabumi
BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Rumah Lansia di Lebak Ambruk Diterjang Angin, Pemdes Sangiang Bergerak Tangani Warga Terdampak
Pemuda Pancasila Peringati HUT RI ke-81 di Sekretariat MPC Kabupaten Lebak
Tradisi Rabu Wekasan, Warga Calungbungur Gelar Doa dan Makan Bersama untuk Memohon Keselamatan
Potensi PAD Lampung Masih Besar, DPRD Soroti 101 Perusahaan Wajib Pajak Air Permukaan yang Belum Optimal
PAC Pemuda Pancasila Muncang Salurkan Al-Qur’an ke Masjid dan Majelis Ta’lim
Pelatihan BSD Baznas Digelar di Tangerang, Fokus Perkuat Pengumpulan dan Penyaluran Zakat
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:08 WIB

Ngamuk Minta Uang Langganan Media, Pria Mengaku Wartawan Diamankan Polisi di Sukabumi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:49 WIB

BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 - 04:15 WIB

Rumah Lansia di Lebak Ambruk Diterjang Angin, Pemdes Sangiang Bergerak Tangani Warga Terdampak

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Pemuda Pancasila Peringati HUT RI ke-81 di Sekretariat MPC Kabupaten Lebak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Tradisi Rabu Wekasan, Warga Calungbungur Gelar Doa dan Makan Bersama untuk Memohon Keselamatan

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika

Senin, 31 Agu 2026 - 04:44 WIB