Ketua Pemuda Pancasila Rangkasbitung Minta Disnaker dan Aparat Selidiki Dugaan Pemotongan Gaji Karyawan PT Win Bright Technology

- Kontributor

Senin, 5 Januari 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkasbitung — Dugaan pemotongan gaji karyawan kembali mencuat dan menyeret nama PT Win Bright Technology, perusahaan yang berlokasi di Kampung Ketug, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Dugaan tersebut disebut dialami oleh seluruh karyawan di bagian produksi sablon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para karyawan produksi sablon mengeluhkan adanya pemotongan gaji yang dinilai tidak disertai penjelasan transparan dan tidak sesuai dengan kesepakatan kerja awal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan bahwa kondisi tersebut dialami secara merata oleh seluruh pekerja di bagian tersebut, bukan hanya individu tertentu.

Menanggapi dugaan tersebut, Fajril Achmad Darmawis, Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Rangkasbitung, menyampaikan kecaman keras apabila praktik tersebut terbukti benar.

Ia menilai pemotongan gaji karyawan secara sepihak berpotensi melanggar hak-hak pekerja dan bertentangan dengan ketentuan ketenagakerjaan.

“Jika seluruh karyawan mengalami pemotongan gaji tanpa kejelasan, maka hal ini patut mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Hak pekerja harus dilindungi dan tidak boleh dirugikan,” ujar Fajril kepada wartawan.

Fajril juga meminta Dinas Ketenagakerjaan dan instansi berwenang lainnya untuk segera melakukan penelusuran serta klarifikasi langsung ke perusahaan guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar permasalahan dapat diselesaikan secara objektif, adil, dan sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Win Bright Technology belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan gaji tersebut.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan oleh jurnalis untuk memperoleh penjelasan dari perusahaan guna menjaga keberimbangan informasi.

Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disajikan berdasarkan informasi yang diterima dan akan diperbarui apabila terdapat klarifikasi atau pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.

Baca Juga  Menurut Kadis PU Sukabumi Banjir di Desa Pondok Kaso Akibat Drainase Tersumbat

 

Jurnalis: Yandi
Editor: Zaenal
Copyright © JMN 2026

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru