Loading ...
Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Lebak sejak Senin (11/5/2026) malam. Material tanah dan bebatuan dari tebing menutupi seluruh badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Peristiwa tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang hendak menuju pusat Kecamatan Cibeber dari wilayah Citorek dan sebaliknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Cibeber, Khaerudin, mengatakan kawasan di sekitar lokasi longsor memang memiliki kontur tanah yang labil dan rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi.
“Longsor terjadi pada malam hari setelah hujan deras. Tebing yang longsor cukup tinggi, diperkirakan mencapai 30 hingga 50 meter,” ujar Khaerudin kepada wartawan.
Saat ini, proses penanganan longsor tengah dilakukan oleh petugas dari pemerintah provinsi yang telah diterjunkan ke lokasi. Pembersihan material longsor dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses jalan.
“Sekarang sedang ditangani oleh petugas provinsi,” katanya.
Meski bukan jalur utama aktivitas harian masyarakat, putusnya akses jalan tersebut tetap berdampak terhadap mobilitas warga. Jalur Citorek–Ciparay menjadi penghubung masyarakat Citorek menuju pusat Kecamatan Cibeber, termasuk akses warga dari arah Warung Banten menuju Citorek dan Cipanas.
“Warga Citorek yang hendak ke pusat kecamatan tentu terganggu, begitu juga masyarakat dari arah Warung Banten menuju Citorek maupun Cipanas,” ucapnya.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Lebak masih tergolong tinggi.
Penulis : Denis
Editor : Zaenal









