King Naga Nilai Klarifikasi Belum Jawab Substansi, Minta APH Telusuri Dugaan Potongan Sukarela

- Kontributor

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Banten — Rabu (25/02/2026). Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga,menyampaikan sikap tegas terkait klarifikasi yang beredar atas dugaan persoalan di Desa Luhurjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Ia menilai pernyataan klarifikasi tersebut belum menjawab substansi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut King Naga, isi klarifikasi terkesan normatif dan defensif, serta tidak menyentuh pokok permasalahan yang dipersoalkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menilai klarifikasi itu justru semakin menguatkan dugaan adanya kejanggalan. Bahasa yang digunakan cenderung defensif dan belum menjawab inti persoalan,” ujarnya.

Berdasarkan berita acara dan sejumlah keterangan yang dihimpun, lanjutnya, terdapat dugaan adanya potongan yang dikemas seolah-olah dilakukan secara sukarela.

Keterangan Foto:
Surat berita acara hasil klarifikasi Kementerian Sosial Kabupaten Lebak yang memuat poin-poin hasil pertemuan dan keterangan para pihak terkait.

Praktik tersebut, menurut dia, perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan tidak terdapat unsur tekanan, intimidasi, maupun penyalahgunaan kewenangan.

LSM GMBI Distrik Lebak mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak profesional, objektif, dan tidak terpengaruh oleh klarifikasi sepihak yang dinilai berpotensi mengaburkan fakta.

Penegakan hukum, kata King Naga, harus dilakukan secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.

Ia juga meminta APH menelusuri alur administrasi dan aliran dana, serta memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

“APH harus jeli dalam menyelidiki sebuah kasus. Jangan sampai klarifikasi dijadikan tameng untuk menghindari proses hukum,” tegasnya.

LSM GMBI Distrik Lebak menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas.

Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk mendorong penegakan hukum yang adil dan transparan serta memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat.

 

Jurnalis: Denis

Baca Juga  Dugaan Sunat Dana PIP di SDN 1 Ciparasi: Tanggungjawab Hukum dan Prilaku Moral Oknum Guru
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti
KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat
Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan
Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita
Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron
Polda Banten Tangkap Kades di Serang dalam Pengembangan Kasus Narkotika
Bawas MA Perbarui Aturan Gratifikasi, Batas Pemberian Sesama Rekan Kerja Jadi Rp500 Ribu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB