Beredar Informasi Dugaan Penganiayaan terhadap Aktivis di Lebak, Publik Menanti Klarifikasi Resmi Aparat

- Kontributor

Minggu, 19 Juli 2026 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:

Ilustrasi dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis di Kabupaten Lebak. Gambar ini merupakan ilustrasi untuk kebutuhan visual (thumbnail) dan tidak menggambarkan peristiwa, lokasi, maupun pihak tertentu. Informasi terkait kasus yang diberitakan masih menunggu verifikasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Keterangan Foto: Ilustrasi dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis di Kabupaten Lebak. Gambar ini merupakan ilustrasi untuk kebutuhan visual (thumbnail) dan tidak menggambarkan peristiwa, lokasi, maupun pihak tertentu. Informasi terkait kasus yang diberitakan masih menunggu verifikasi dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Lebak – Informasi mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang aktivis yang dikenal dengan sapaan Koh Uun menjadi perhatian publik setelah beredar luas di berbagai kalangan pada Sabtu (18/7/2026).

Hingga kini, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, Koh Uun diduga mengalami tindakan kekerasan setelah sebelumnya menyampaikan kritik terhadap seorang pejabat daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keterangan Foto:
Foto yang beredar dan disebut-sebut memperlihatkan sosok yang diduga Koh Uun usai mengalami peristiwa yang dikabarkan terjadi di Kabupaten Lebak. Hingga berita ini diterbitkan, identitas, waktu, lokasi, serta keaslian foto tersebut belum dapat diverifikasi dan belum terkonfirmasi kebenarannya oleh pihak berwenang.

Dalam narasi yang beredar, korban disebut-sebut sempat dibawa oleh sekelompok orang ke sebuah lokasi yang dikaitkan dengan kediaman Ketua DPRD Kabupaten Lebak. Namun, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sampai berita ini disusun, redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut.

Demikian pula, belum ada pernyataan dari Ketua DPRD Kabupaten Lebak mengenai informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari prinsip jurnalisme yang berimbang, seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini tetap harus dianggap tidak bersalah hingga terdapat fakta hukum atau hasil penyelidikan resmi yang menyatakan sebaliknya.

Informasi yang berkembang saat ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait.

Apabila benar terdapat dugaan tindak kekerasan atau perampasan kemerdekaan seseorang, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Publik kini menantikan klarifikasi resmi dari kepolisian serta penjelasan dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap secara objektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Baca Juga  Kedok Toko Plastik Terbongkar, Polisi Sita Tramadol hingga Alprazolam

 

Penulis : Denis

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat
Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan
Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita
Tragis! Seorang Pria Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Sumur Sedalam 15 Meter di Lebak
Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron
6.350 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Pelaksanaan MTQ XXXI di Semarang
Ngamuk Minta Uang Langganan Media, Pria Mengaku Wartawan Diamankan Polisi di Sukabumi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Tragis! Seorang Pria Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Sumur Sedalam 15 Meter di Lebak

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB