DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif

- Kontributor

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota Fraksi PPP-PSI DPRD Banten, Musa Weliansyah, meminta pemerintah segera melakukan audit investigatif terhadap penyaluran dana BOS SMA dan SMK di Provinsi Banten menyusul dugaan ketidaksesuaian data peserta didik dengan alokasi anggaran.

Keterangan foto: Anggota Fraksi PPP-PSI DPRD Banten, Musa Weliansyah, meminta pemerintah segera melakukan audit investigatif terhadap penyaluran dana BOS SMA dan SMK di Provinsi Banten menyusul dugaan ketidaksesuaian data peserta didik dengan alokasi anggaran.

Lebak – Dugaan ketidaksesuaian antara pagu anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan jumlah peserta didik tingkat SMA dan SMK yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Provinsi Banten menjadi perhatian DPRD Banten. Selisih anggaran yang diperkirakan mencapai Rp19,26 miliar dinilai perlu ditelusuri melalui audit menyeluruh guna memastikan pengelolaan anggaran pendidikan berjalan sesuai ketentuan.

Anggota Fraksi PPP-PSI DPRD Banten, Musa Weliansyah, meminta pemerintah daerah segera melakukan audit terhadap penyaluran dana BOS untuk memastikan alokasi anggaran benar-benar mengacu pada jumlah peserta didik yang valid berdasarkan data Dapodik.

Menurut Musa, langkah tersebut penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran pendidikan di Provinsi Banten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“DPRD juga menilai pemerintah daerah perlu memberikan klarifikasi agar polemik ini tidak berkembang menjadi spekulasi yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran pendidikan,” ujar Musa, Jumat (17/7/2026).

Ia menegaskan, audit investigatif perlu dilakukan untuk menguji apakah penyusunan alokasi dana BOS telah didasarkan pada data peserta didik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang terjadi manipulasi data siswa untuk mendapatkan alokasi dana BOS yang lebih besar, Inspektorat harus segera melakukan audit investigatif ke seluruh SMA dan SMK di Banten,” tegasnya.

Musa menambahkan, transparansi dalam pengelolaan dana BOS merupakan hal yang sangat penting mengingat dana tersebut bersumber dari anggaran negara dan diperuntukkan bagi peningkatan mutu layanan pendidikan. Karena itu, setiap indikasi ketidaksesuaian data harus ditindaklanjuti secara profesional sesuai mekanisme yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten maupun instansi terkait mengenai dugaan selisih anggaran tersebut. DPRD berharap hasil audit nantinya dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjadi dasar perbaikan tata kelola penyaluran dana BOS di masa mendatang.

Baca Juga  PLT Camat Sobang Lepas 5 Casis Sekolah Rakyat Tingkat SMA ke Rangkasbitung
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis
DPR Dorong Pencarian Maksimal Lima Jurnalis Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Ketua DPC PPP dan Fraksi PPP Lebak Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 800 Santri Ponpes Darul Mustafa
Peduli Warga Terdampak Kemarau, Ketua Fraksi PPP Lebak dan Anggota DPRD Salurkan Bantuan Air Bersih
DPRD Kabupaten Tangerang Pelajari Strategi Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Serang
Musran dan Musanran PDI Perjuangan Se-Kecamatan Sobang dan Muncang Perkuat Soliditas Kader
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Kunjungan Resmi Kenegaraan Perkuat Kerja Sama Super Strategis
IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

DPR Dorong Pencarian Maksimal Lima Jurnalis Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Ketua DPC PPP dan Fraksi PPP Lebak Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 800 Santri Ponpes Darul Mustafa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Peduli Warga Terdampak Kemarau, Ketua Fraksi PPP Lebak dan Anggota DPRD Salurkan Bantuan Air Bersih

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:19 WIB

DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB