Lebak – Kondisi bangunan SDN 3 Lebaksitu di Kampung Sampay, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah fasilitas sekolah terlihat mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 10.21 WIB, beberapa bagian bangunan sekolah tampak dalam kondisi kurang baik. Bagian plafon terlihat rusak bahkan ada yang sudah jebol. Selain itu, beberapa fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar seperti bangku siswa dan lantai sekolah juga tampak mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian terkait pemeliharaan fasilitas sekolah, termasuk realisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler yang setiap tahun diterima sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, dalam petunjuk teknis pengelolaan Dana BOS, anggaran tersebut dapat digunakan untuk mendukung pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dalam kategori perawatan ringan hingga sedang.
Warga menilai kerusakan ringan seperti plafon, lantai, maupun fasilitas meja dan kursi seharusnya dapat dilakukan perbaikan secara bertahap melalui anggaran pemeliharaan sekolah.
Sementara untuk rehabilitasi besar atau pembangunan menyeluruh gedung sekolah, masyarakat memahami hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Di sisi lain, kondisi fisik sekolah yang masih memprihatinkan turut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait realisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana.
Warga berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak terkait mengenai alokasi dan realisasi anggaran pemeliharaan sekolah agar publik dapat memahami sejauh mana penggunaan dana tersebut dilakukan sesuai kebutuhan sekolah serta tidak menimbulkan berbagai asumsi di tengah masyarakat.
“Dana BOS tiap tahun cair. Seharusnya pemeliharaan bisa direalisasikan mencapai puluhan juta rupiah. Kalau benar digunakan untuk perbaikan atap, plafon, dan kursi, pasti kondisinya sudah baik. Tapi ini tidak ada perubahan sama sekali. Kemana larinya anggaran Dana BOS?” ujar salah satu warga.
Meski demikian, masyarakat berharap persoalan ini tidak hanya menjadi sorotan semata, tetapi juga menjadi perhatian bersama antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah agar kondisi bangunan SDN 3 Lebaksitu dapat segera diperbaiki.
Berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi fisik sekolah dan menentukan langkah penanganan yang dibutuhkan, baik melalui program pemeliharaan maupun rehabilitasi bangunan sekolah.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah supaya sekolah ini bisa lebih layak dan nyaman untuk anak-anak belajar,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini ditulis, kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Lebaksitu tetap berjalan sebagaimana mestinya meski sejumlah fasilitas sekolah memerlukan perhatian dan perbaikan lebih lanjut.
Penulis : Denis














