LEBAK – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lebak, Ade Andriana, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum liburan sekolah tahun 2026 dengan mengunjungi destinasi wisata di dalam daerah. Langkah tersebut dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi lokal di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan menurunnya daya beli masyarakat.
Menurut Ade, meningkatnya kunjungan ke destinasi wisata lokal akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelola objek wisata, hingga sektor jasa lainnya.
“Liburan sekolah sebaiknya dimanfaatkan untuk mengunjungi destinasi wisata lokal agar pendapatan masyarakat sekitar ikut meningkat. Jangan sampai kegiatan jalan-jalan sekolah dilakukan terlalu jauh, apalagi sampai ke luar negeri. Lebih baik kita tingkatkan terlebih dahulu potensi wisata daerah,” ujar Ade kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, memilih destinasi wisata di dalam daerah tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal budaya, sejarah, dan potensi daerahnya sendiri.
Ade menyebut Kabupaten Lebak memiliki beragam destinasi wisata unggulan yang layak dikunjungi selama musim liburan, seperti kawasan adat Baduy, sejumlah air terjun, hingga pantai yang menjadi tujuan favorit wisatawan.
“Di Lebak banyak objek wisata favorit seperti Baduy, air terjun, dan pantai. Khusus ke Baduy, orang tua juga dapat memperkenalkan budaya dan kearifan lokal kepada anak-anak,” katanya.
Selain mendorong peningkatan kunjungan wisata, Ade meminta pemerintah daerah bersama pengelola destinasi wisata meningkatkan kualitas pelayanan menjelang musim liburan sekolah.
Menurutnya, aspek keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban harus menjadi prioritas agar wisatawan memperoleh pengalaman berkunjung yang baik serta tertarik untuk kembali datang.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi kenaikan tarif parkir, tiket masuk, maupun harga makanan dan minuman secara berlebihan tanpa diiringi peningkatan kualitas pelayanan.
“Jangan sampai terjadi kenaikan harga tiket atau tarif lainnya, sementara kualitas destinasi tetap biasa saja. Hal itu dapat mengurangi kepercayaan masyarakat dan berdampak pada minat wisatawan untuk kembali berkunjung,” ujarnya.
Ade berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga keseimbangan antara peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan kualitas layanan sehingga sektor pariwisata mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Kabupaten Lebak di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.











