Serang — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan kawasan Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, sebagai lokasi wisata paralayang dan camping ground. Uji terbang perdana dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 bersama TNI Angkatan Udara (AU) dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan, tim dari AU dan federasi paralayang akan melakukan penilaian terhadap kondisi angin, kontur wilayah, hingga standar keselamatan penerbangan.
“Bulan Juni direncanakan ada uji terbang dari teman-teman Angkatan Udara dan federasi paralayang untuk melihat kelayakan serta aspek keselamatannya,” kata Zeka, Sabtu, 16 Mei 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil uji terbang tersebut akan menjadi dasar penentuan kelayakan Gunung Gedor sebagai lokasi wisata olahraga udara. Jika dinyatakan aman, fasilitas paralayang dan area berkemah ditargetkan mulai dibuka pada Juli 2026.
Menurut Zeka, koordinasi dengan Federasi Aero Sport Indonesia sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Perwakilan federasi juga telah meninjau langsung lokasi yang direncanakan menjadi titik lepas landas paralayang.
Gunung Gedor dipilih karena memiliki karakter angin dan bentang alam yang dinilai mendukung aktivitas paralayang. Selain wisata olahraga udara, kawasan itu juga akan dilengkapi camping ground untuk pengunjung pecinta alam.
“Di kawasan atas nanti juga disiapkan area camping ground supaya wisatawan bisa menikmati suasana alam di Gunung Gedor,” ujarnya.
Saat ini, Disparpora Kota Serang belum melakukan promosi wisata paralayang secara luas. Promosi baru akan dilakukan setelah hasil uji terbang dan rekomendasi keselamatan diterbitkan oleh pihak terkait.














