Wakil Bupati Sukabumi Andreas Meminta Tambang Emas Dikertajaya Dihentikan Sementara

- Kontributor

Sabtu, 12 April 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi,10 April 2025 | Wakil Bupati Sukabumi, Andreas meninjau, langsung kawasan tambang emas milik PT Golden Pricindo Indah di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kamis (10/4/2025).

Dalam kunjungannya, Andreas bertemu dengan Direktur Utama PT Golden, Lauw Lanny Farida, serta sejumlah perwakilan warga.

Pertemuan berlangsung di area perusahaan tambang. Andreas sempat mendengarkan paparan dari pihak perusahaan dan berdiskusi tertutup dengan jajaran manajemen serta tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai dari sana, Andreas melanjutkan, perjalanannya ke Kampung Ciengang, Desa Cihaur wilayah yang menjadi titik terdampak banjir lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan.

Di tempat itu, ratusan warga telah berkumpul menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Seorang warga menyuarakan keluhan menggunakan pengeras suara di hadapan Andreas.

“Kami tidak ingin kejadian serupa yang merusak lahan sawah kami terulang lagi kalau perusahaan tambang itu belum diberikan tindakan tegas,” teriak warga yang disambut dengan sorakan dukungan dari massa lainnya.

Kepada awak media, Andreas menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas sembari menunggu hasil kajian dari tim teknis DLH Provinsi Jawa Barat.

“Ini beberapa titik sudah kami tinjau, hari ini juga bertemu langsung dengan warga. Terkait perizinan, biarkan kami bekerja terlebih dahulu. Tadi Pak Gubernur juga menyampaikan, Insya Allah akan ada kajian lebih cepat,” kata Andreas.

Ia menyatakan bahwa secara pribadi, atas nama Pemkab Sukabumi, ia telah meminta agar seluruh kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan eksploitasi lahan dihentikan sementara.

“Saya pastikan, saya mengambil kebijakan sementara secara pribadi melalui Pemda Kabupaten Sukabumi: tolong dihentikan sementara waktu kegiatan apapun sampai ada tindak lanjut. Termasuk beberapa perusahaan lain yang berkegiatan di sekitar,” tegasnya.

Baca Juga  Konsolidasi dan Kerjasama: Letkol Davit Wowor Kunjungi LPKSM PATROLI

Terkait indikasi sumber lumpur berasal dari PT Golden, Andreas menegaskan hal itu masih dalam proses investigasi.

“Nanti dalam tahap penelitian. Tadi orang-orang DLH dari Provinsi sudah datang. Saya habis ini akan rapat lagi, saya ingin tahu hasil kajiannya seperti apa,” ucapnya.

Sementara itu, dihadapan Wabup Andreas dan warga, Direktur Utama PT Golden Pricindo Indah, Lauw Lanny Farida, turut memberikan penjelasan. Ia membantah tudingan bahwa perusahaannya tidak peduli terhadap masyarakat.

Ia menyebut PT Golden pernah berada di garis depan saat terjadi bencana di wilayah Sukabumi, termasuk di Kecamatan Simpenan.

“Saya dipanggil semua saya kasih keterangan. Saya kemarin pas bencana ditelponin sama Pak Dandim minta tolong bantu evakuasi, ada orang yang terjebak, ada mobil. Saat itu lampu mati semua, putus hubungan,” kata Lanny.

Ia mengaku mengerahkan alat berat dan tim untuk membantu penanganan. Bahkan, ia sempat berkoordinasi dengan pihak Dinas PU untuk izin penggunaan jalan.

“Saya juga sudah pastikan bisa dikeluarkan alat berat, tapi saya tanya siapa yang bertanggung jawab kalau jalan rusak. Saya izin dulu, tiga hari kami kerja,” ujarnya.

Lanny mengklaim sejak sebelum kejadian banjir lumpur, ia sudah menurunkan tim untuk menelusuri hulu dan hilir sungai. Ia juga menyebut sebagian wilayah tidak bisa dijangkau alat berat, sehingga ia menyewa tenaga harian dari warga setempat untuk bekerja membersihkan longsoran.

“Yang sawah mau jadi kuli, kuli harinya saya yang bayar. Itu sudah saya lakukan. Saya koordinasi dengan pak lurah, nanti minta tolong ke Pak Camat, saya yang bayar gaji,” katanya.

Menurut Lanny, limpasan air bercampur lumpur yang terjadi diduga akibat saluran sungai yang tersumbat karena longsor dan intensitas hujan tinggi. Ia menegaskan tidak semua limpasan berasal dari area tambang.

Baca Juga  Keprihatinan Anang Janur atas Bencana Alam di Sukabumi: Dampak Konversi Hutan Lindung

“Dari jam 7 pagi hujan deras sampai sore, air itu ke sungai yang tertutup. Jadi meluap ke sawah. Saya buktiin hulu hilir air bukan dari kita. Tapi saya juga gak tahu, mungkin masyarakat dengar dari mana-mana,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Lanny menyinggung kegiatan warga di sekitar hulu yang menurutnya kerap membuka lahan secara tidak resmi.

“Masyarakat selama ini gali lubang, dengan cara ilegal. Apa pernah PT Golden melarang? Gak pernah,” ujar dia.

 

 

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB