Proyek Jalan Rp7,3 Miliar di Lebak Disorot,Raksa Desak Audit Menyeluruh

- Kontributor

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak,journalmedianews.com – Proyek peningkatan jalan ruas Sukahujan–Cigemblong di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, yang menelan anggaran sekitar Rp7,3 miliar dari APBD Tahun 2025, menuai sorotan publik. Infrastruktur yang belum lama rampung tersebut dilaporkan mengalami keretakan di sejumlah titik.

Kondisi itu memicu kritik dari kalangan aktivis. Raksa, perwakilan Aktivis Banten, menilai kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis biasa.

“Ini menyangkut uang rakyat. Ketika proyek baru selesai tetapi sudah menunjukkan kerusakan, tentu harus ada penjelasan serius dari Dinas PUPR Kabupaten Lebak sebagai pihak yang bertanggung jawab,” ujar Raksa, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, retakan pada badan jalan membuka pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan proyek, mulai dari kesesuaian spesifikasi teknis, mutu material yang digunakan, hingga efektivitas pengawasan selama proses pengerjaan.

Raksa juga menyoroti sikap salah satu oknum pejabat yang dinilai kurang responsif saat dikonfirmasi media. Ia menegaskan bahwa pejabat publik memiliki kewajiban untuk memberikan keterangan secara terbuka kepada masyarakat.

“Transparansi adalah bagian dari tanggung jawab jabatan. Jika pekerjaan sudah sesuai standar, sampaikan secara terbuka hasil uji mutu maupun dokumen pengawasannya. Tidak perlu alergi terhadap kritik,” katanya.

Dorongan Evaluasi dan Pengawasan Hukum

Raksa berpandangan, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh. Ia mendorong aparat penegak hukum melakukan langkah preventif guna memastikan tidak terdapat potensi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek.

Ia meminta Kejaksaan Negeri Lebak melakukan penelaahan awal atas penggunaan anggaran proyek tersebut. Selain itu, Kepolisian juga didorong mengkaji kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam tahapan perencanaan hingga pelaksanaan.

Audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen kontrak dan kondisi fisik pekerjaan di lapangan.

Baca Juga  Modus Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi di Desa Wangunjaya:Modus Kumpulkan KTP Hingga Mainkan Harga di Atas HET

“Jika seluruh proses sudah sesuai aturan, tentu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun apabila ditemukan indikasi penyimpangan, proses hukum harus berjalan tanpa kompromi,” ujarnya.

Kritik sebagai Kontrol Sosial

Raksa menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan dilandasi sentimen pribadi, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Kritik ini bukan berbasis emosi atau kepentingan tertentu. Ini upaya mendorong solusi bersama agar pembangunan ke depan lebih baik, lebih berkualitas, dan maksimal manfaatnya untuk masyarakat,” katanya.

Ia menilai peristiwa tersebut dapat menjadi momentum evaluasi bagi Dinas PUPR Kabupaten Lebak untuk memperkuat sistem pengawasan dan memastikan setiap proyek infrastruktur memenuhi standar mutu.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan yang cepat, tetapi juga infrastruktur yang tahan lama dan aman digunakan. Itu esensi pembangunan,” tutupnya.

Aktivis Banten menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat penjelasan resmi dan transparan dari pihak terkait, termasuk apabila diperlukan audit serta langkah hukum lanjutan.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru