Anggaran Besar, Hasil Minim: Proyek Drainase di Bogor Dipertanyakan

- Kontributor

Selasa, 3 September 2024 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 03 September 2024 – Pemerintah pusat terus mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur di berbagai bidang. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok, termasuk daerah terpencil, dapat merasakan kemudahan dalam perputaran roda perekonomian. Namun, realitas di lapangan sering kali tidak seindah harapan.

Ketika tim media melakukan investigasi di beberapa titik pembangunan drainase oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bogor yang dikerjakan pada tahun 2023, ditemukan banyak kerusakan di berbagai lokasi. Hal ini menimbulkan keluhan dari warga sekitar.

“Sayang sekali, pembangunan pemerintah yang menggunakan anggaran besar hasilnya seperti asal-asalan. Baru tahun 2023 dibangun, sekarang sudah banyak yang rusak lagi,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penggunaan anggaran perawatan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Apakah Dinas PUPR Bogor tidak melakukan pengecekan kembali terhadap proyek-proyek yang telah selesai?

Lebih miris lagi, pada tahun 2024 ini, pemasangan U-ditch atau drainase oleh PUPR kembali dilakukan. Namun, proyek ini diduga dikerjakan dengan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi seperti tahun sebelumnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Tika, Kepala Seksi Drainase, tidak memberikan respon apapun hingga berita ini ditayangkan.

Dampak Kerusakan Drainase
Kerusakan drainase tidak hanya mengganggu estetika desa atau kota, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari warga.

Genangan air yang terjadi akibat drainase yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan banjir lokal, merusak jalan, dan mengganggu aktivitas warga. Selain itu, genangan air juga dapat menjadi sarang nyamuk yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Menurut laporan, ada sekitar 80 titik proyek taman sparator di Jalan Tegar Beriman yang rusak akibat pembangunan drainase oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Proyek ini dinilai kurang terencana dan tidak efektif, sehingga meskipun telah dipasang sumur resapan vertikal, genangan air masih terlihat di beberapa titik.

Baca Juga  Fokus Sinergi dan Kolaborasi: Proses Pisah Sambut Pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi

Tanggapan Warga
Warga yang terdampak kerusakan drainase ini merasa kecewa dan berharap ada tindakan nyata dari pemerintah.

“Kami berharap pemerintah lebih serius dalam menangani masalah ini. Jangan hanya membangun, tapi juga harus merawat,” ujar seorang warga.

Harapan ke Depan
Pembangunan infrastruktur yang baik dan berkelanjutan memerlukan perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat. Pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk memastikan setiap proyek yang dikerjakan sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, anggaran perawatan juga harus digunakan dengan efektif untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, dan roda perekonomian dapat berputar dengan lancar hingga ke pelosok terpencil sekalipun.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB