Para Tokoh dan Ulama Banten Serukan Pilkada 2024 yang Demokratis dan Damai

- Kontributor

Jumat, 23 Agustus 2024 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang, 23 Agustus 2024 – Sejumlah tokoh dan ulama di Provinsi Banten menyuarakan pandangan mereka terkait perkembangan politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Mereka menekankan pentingnya pelaksanaan Pilkada yang sesuai dengan konstitusi dan menghindari kemunduran demokrasi.

Dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh berbagai tokoh, mereka menegaskan harapan agar Pilkada 2024 berjalan dalam suasana kompetisi yang bebas dan damai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami segenap sesepuh masyarakat Provinsi Banten menyerukan Pilkada 2024 berjalan dalam suasana kompetisi yang bebas dan damai,” ujar Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA), Embay Mulya Syarief, dalam keterangan pers pada Jumat (23/8/2024).

Para tokoh yang menandatangani pernyataan tersebut antara lain Abuya KH Ahmad Muhtadi Dimyati, Abuya KH Murtadho Dimyati, Ketua PB MA KH Embay Mulya Syarief, Sekretaris PW Muhammadiyah Banten Profesor Zakaria Syafei, Ketua MUI Banten KH Bazari Syam, tokoh NU Banten H Bunyamin, dan KH Amas Tadjudin. Selain itu, tokoh pendiri Banten Profesor MA Tihami, Ketua FKUB Banten KH AM Romli, Ketua DPP Pendekar Banten Suminta Idris, Ketua Presidium Majelis Masyarakat Palka Ade Muchlas Syarief, Ketua Presidium Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten Udin Saparudin, dan Ketua Harian Bakor Pejuang Provinsi Banten Aeng Haerudin juga turut menandatangani pernyataan tersebut.

Embay Mulya Syarief menyatakan bahwa para tokoh dan ulama berupaya melahirkan pemimpin Banten yang dipercaya masyarakat.

“Untuk mendapat kepercayaan diperlukan proses yang tidak direkayasa, melainkan lahir dari proses alamiah, proses kampanye yang setara, dan masyarakat memilih dengan pilihan yang terbaik dari yang baik,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa salah satu konsep demokrasi adalah pertarungan gagasan. Oleh karena itu, upaya menciptakan kondisi Pilkada melawan kotak kosong atau hanya satu pasangan calon akan menciptakan Pilkada yang minim gagasan.

Baca Juga  Hasil Audit Bongkar Penyelewengan Rp1 Miliar, Bendahara Desa Petir Menghilang

“Tentu akan melahirkan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang tidak sehat. Dalam pandangan kami, meski sesuai aturan bisa dilaksanakan, tetapi secara nilai terjadi kemunduran demokrasi yang tidak bermartabat,” ujarnya.

Terkait aturan Pilkada, Embay menyebut seluruh elemen bangsa sepakat bahwa konstitusi adalah landasan tertinggi. Maka segala keputusan perundang-undangan harus dikembalikan pada landasan konstitusi, termasuk dalam proses aturan Pilkada.

“Maka keputusan Mahkamah Konstitusi adalah final dan mengikat bagi seluruh tata aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” ucapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, KH Romli AM Romli, menambahkan bahwa seruan ini disampaikan sebagai upaya mitigasi dari hal-hal yang berpotensi mengganggu kehidupan sosial, politik, dan ketentraman.

“Kami percaya bahwa cita-cita kesejahteraan masyarakat Banten dan pembangunan Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan semangat gotong royong. Pilkada yang demokratis harus berjalan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Dengan pernyataan ini, para tokoh dan ulama Banten berharap Pilkada 2024 dapat berlangsung dengan damai dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB