Spanduk ‘Selamat Datang di Wisata Jalan Rusak’: Protes Warga di Jalan Cibenying Cadas Ngampar Desa Kertaharja

- Kontributor

Jumat, 21 Juni 2024 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Spanduk bertulisan ‘Selamat Datang di Wisata Jalan Rusak’ terbentang di Jl Cibenying Cadas Ngampar, Desa Kertarahaja, Kecamatan Banjarsari, Lebak, Banten. Spanduk ini dipasang warga karena jalan tak kunjung diperbaiki.

Spanduk itu dipasang oleh warga bernama Sadip Nurdin. Ia mengatakan kondisi jalan masih tanah. Ketika turun hujan, jalan itu menjadi licin dan becek.

“Kondisi jalan masih tanah, dan kondisi ini sudah lama tidak ada perbaikan, perkiraan belasan tahun,” kata Seorang warga di lokasi, Kamis (20/6/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, jalan itu merupakan akses warga ke sekolah dan fasilitas kesehatan. Jalan ini juga akses warga ke desa lain di Kabupaten Pandeglang.

“Iya ini akses ke sekolah, puskesmas, dan juga lintas antara Desa Pancaran di Kabupaten Pandeglang dengan Desa Kertarahaja di Kabupaten Lebak,” jelasnya.

Dirinya mengaku kesal karena kondisi jalan tak kunjung diperbaiki sejak belasan tahun lalu. Ia pun memasang spanduk sebagai bentuk protes.

“Iya protes karena nggak ada perubahan. Sempat ke desa, tapi tanggapan desa tahun depan, tahun depan saja jawabannya. Tapi kenyataannya sampe sekarang belum ada perbaikan,” imbuhnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Sekretaris Desa Kertarahaja Aan Setiawan membenarkan jalan poros desa sejauh 1,2 km itu rusak. Jalannya sempat dilakukan pengerasan sebelum COVID-19.

“Benar jalannya rusak tapi karena difoto habis hujan jadi terlihat sangat becek. Padahal, kalau nggak habis hujan, nggak separah itu dan kami sempat melakukan pengerasan sebelum COVID-19 tapi memang belum diaspal,” ujar Sekdes.

Iapun menjelaskan, jalan itu sudah masuk rencana perbaikan pada 2025. Namun dia belum bisa memerinci rencana perbaikan jalan tersebut.

“Jalan itu sudah masuk rencana perbaikan, di aspal, tahun 2025. Belum bisa disebut karena menyesuaikan anggaran dulu. Mudah-mudahan keseluruhan 1,2 km itu tuntas dibangun,” jelasnya.

Baca Juga  Ratusan Domba Garut Dibagikan, Lebak Kejar Swasembada Daging

Dia mengaku tak keberatan dengan spanduk yang dipasang warga. Menurutnya, spanduk itu bentuk kritis warga kepada pemerintah.

“(Spanduk) itu dibuat sama anak-anak muda, kami nggak masalah ada yang memprotes karena bentuk kritis masyarakat. Artinya, mereka bisa ikut mengontrol kerja kami,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB