Kecewa Dengan Maskawin di Duga Emas Palsu Keluarga Pengantin Wanita di Lebak Akan Tuntut Secara Hukum

- Kontributor

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak|Journalmedianews-Pernikahan adalah merupakan acara yang sakral dan banyak dinanti oleh kaum laki-laki dan perempuan,apalagi dalam pernikahan mahar yang besar menjadi impian bagi semua orang.

Namun berbeda dengan yang dialami salah satu mempelai istri di Kampung Ci Awi Desa Cikadu Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak,Sang suami, yang merupakan pria yang menikahinya tersebut memberikan mahar emas diduga palsu pada sang istri.

Buntutnya,sang istri dan keluarga bernama Ria kecewa dengan mahar yang diterimanya merupakan emas palsu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dok.Bukti Maskawin 10 Gram

Pernikahan sudah berlangsung sejak Minggu 3 Februari 2024 lalu di Kampung Ciawi Desa Cikadu Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Banten,berubah menjadi pilu bagi keluarga. Sabtu 25/05/2024.

Dalam Pernikahan duan insan mempelai peria dan wanita,antara Re (pengantin laki laki) dan Ria (pengantin perempuan) itu ijab kabul dengan mahar mas kawin Emas 10 gram. Pernikahan merekapun di saksikan keluarga pengantin laki-laki dan perempuan serta para tamu undangan.

Berkenaan dengan kasus mahar emas palsu tersebut, keluarga mempelai wanita tersebut berencana akan membawa persoalan ini keranah hukum.

Rudi yang merupkan kaka dari mempelai wanita akan menuntut atas kebohongan yang dilakukan RE terhadap adiknya.

“Saya akan menuntut kebohongan yang di lakukan oleh pihak pengantin laki laki. yang dalam ijab kabul dengan maskawin emas 10 gram.dan nyatanya perak 10 gram dengan harga Rp 1.000.000,00”.ucapnya Rudi dengan nada kesal.

Baca Juga  Upaya DPRD Kota Bogor dalam Mencegah dan Menangani Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru