Upaya DPRD Kota Bogor dalam Mencegah dan Menangani Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

- Kontributor

Kamis, 5 Desember 2024 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,5 Desember 2024| – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Bogor mengadakan pembahasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan (PPKLP) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) dan Bagian Hukum Setda Kota Bogor pada tanggal 5 Desember 2024.

Ketua Tim Pansus Raperda PPKLP, Nasya Kharisa Lestari, menjelaskan bahwa tujuan utama dari rapat ini adalah untuk membahas setiap pasal yang terdapat dalam draft Raperda. Selain itu, rapat ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi antara DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Kota Bogor terkait Raperda tersebut.

“Secara keseluruhan, pertemuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Rancangan Perda Perlindungan Kekerasan di Lingkungan Sekolah harus benar-benar efektif, aplikatif, dan dapat mengurangi atau menghilangkan kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitarnya,” ujar Nasya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Tim Pansus, Desy Yanthi Utami, menambahkan bahwa penyusunan Raperda PPKLP telah disesuaikan dengan Permendikbudristek Nomor 45 Tahun 2023. Raperda ini mengatur pencegahan kekerasan yang dilakukan secara fisik, verbal, non-verbal, dan melalui daring.

“Tentu kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita, generasi kita di masa depan, mendapatkan perlindungan yang maksimal dan bisa menimba ilmu dengan aman di lingkungan sekolah,” kata Desy, yang akrab disapa Teh Dea.

Lebih lanjut, Dea menjelaskan bahwa dari total 71 pasal yang tertuang dalam Raperda PPKLP, semuanya mengatur berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, intoleransi, hingga kebijakan yang mengandung kekerasan. Semua bentuk kekerasan ini diatur sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Pentingnya Raperda ini semakin ditekankan oleh data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, yang mencatat adanya 9 kasus kekerasan sepanjang tahun 2023. Sebagai kota yang menyandang predikat Kota Layak Anak peringkat Nindya, seharusnya tidak ada lagi kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Baca Juga  Dukungan Penuh Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak untuk Pj. Bupati Gunawan Rusminto

“Kami berharap dengan adanya Raperda ini nantinya menjadi payung hukum tetap untuk melindungi seluruh pelajar di Kota Bogor,” tegas Dea.

Dengan adanya Raperda PPKLP ini, diharapkan kekerasan di lingkungan pendidikan dapat diminimalisir, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa di Kota Bogor.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru