Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Sudaryono Disebut Berpotensi Jadi Pengganti

- Kontributor

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri tersebut disampaikan Nanik melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (22/7/2026).

Dalam unggahannya, Nanik juga membagikan momen saat berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut keputusan mundur diambil karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Nanik mengatakan rencana pengobatan tersebut dilakukan untuk mendapatkan pendapat medis kedua atau second opinion. Ia menegaskan keputusannya bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait sosok yang akan menggantikannya, Nanik menyebut calon penggantinya merupakan seseorang yang dianggapnya seperti adik sendiri. Namun, ia tidak menyebutkan nama secara langsung.

“Insyaallah pengganti saya adalah adik saya,” ujar Nanik dalam keterangannya di media sosial.

Sejumlah informasi yang beredar di lingkungan politik dan pemerintahan menyebut nama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai salah satu sosok yang berpotensi menggantikan Nanik sebagai Kepala BGN. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait siapa yang akan menduduki jabatan tersebut.

Sudaryono sebelumnya diketahui beberapa kali menyampaikan pandangannya mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia pernah menyoroti pentingnya keterlibatan sektor pertanian dan peternakan dalam mendukung program tersebut, termasuk pemenuhan kebutuhan susu dan bahan pangan.

Menurut Sudaryono, program MBG memiliki potensi besar dalam menyerap hasil produksi petani dan mendorong pertumbuhan sektor peternakan. Peningkatan permintaan terhadap komoditas pangan juga dinilai dapat membuka peluang investasi dan memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Meski demikian, informasi mengenai Sudaryono sebagai calon pengganti Nanik S Deyang masih bersifat dugaan dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah.

Baca Juga  TNI AL Bongkar Gudang 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2 Tangerang Banten

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai sosok yang akan ditunjuk sebagai Kepala BGN berikutnya. Pemerintah juga belum mengumumkan secara resmi mekanisme dan waktu pengangkatan pengganti Nanik S Deyang.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasad di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
SPPG Cipelang Cijeruk 1 Ubah Edukasi Gizi Jadi Lebih Menyenangkan, 150 Anak Ikuti Ranking 1 dan Lomba Mewarnai
PWI Pusat Tegaskan Wartawan Tak Boleh Rangkap Pengurus LSM atau Ormas
Prabowo Kritik Wartawan, Pengamat, dan LSM yang Disebutnya sebagai “Londo Ireng”
Baru Sebulan Dilantik, Kepala BGN Nanik Deyang Pilih Mundur
Forum Pemred Nilai Respons Hotman Paris kepada Wartawan Tidak Profesional
PWI Pusat Ingatkan Pentingnya Etika Komunikasi Usai Pernyataan Hotman Paris kepada Wartawan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:29 WIB

Jasad di Pulau Enggano Teridentifikasi sebagai ABK Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:34 WIB

SPPG Cipelang Cijeruk 1 Ubah Edukasi Gizi Jadi Lebih Menyenangkan, 150 Anak Ikuti Ranking 1 dan Lomba Mewarnai

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:38 WIB

PWI Pusat Tegaskan Wartawan Tak Boleh Rangkap Pengurus LSM atau Ormas

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:28 WIB

Prabowo Kritik Wartawan, Pengamat, dan LSM yang Disebutnya sebagai “Londo Ireng”

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB