Anak Kecil Jadi Korban Luka-luka Dalam Tragedi Jembatan Ciliman Putus, GAMMA Kecam Sejumlah Pihak

- Kontributor

Jumat, 12 April 2024 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak | Journalmedianews – Sangat Memperihatinkan. Itulah kata yang pas untuk kondisi Jembatan Ciliman tepatnya di Kampung Cigeudang, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten yang putus dan bahkan menelan korban luka-luka.

Tragedi putusnya jembatan Ciliman tersebut terjadi pada Rabu, 10 April 2024.

Mulai dari anak – anak hingga orang dewasa menjadi korban kecelakaan dan bahkan mengakibatkan luka-luka, karena terjatuh ke sungai saat jembatan tersebut putus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu warga akan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk berziarah seperti biasa disaat hari raya Idul Fitri.

Diketahui, Jembatan Ciliman tersebut merupakan akses warga menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU). Bahkan Jembatan itu juga digunakan oleh masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Tragedi yang memperhatinkan tersebut menjadi sorotan serius Ketua Umum Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Ahmad Hudori, Kamis (11/4/2024).

Ia menyesalkan terjadinya tragedi putus jembatan Ciliman dan bahkan menelan korban hingga luka-luka.

Menurut Dori, sebetulnya tidak akan terjadi tatkala ada kepedulian dari berbagai pihak serta kemapanan Pemerintah Desa dalam merancang anggaran Dana Desa (DD).

Kata dia seharusnya anggaran APBN maupun APBD didorong secara serius untuk kesejahteraan dan kemakmuran Rakyat, dengan cara melibatkan partisipasi rakyat dalam proses penyusunan dan pengawasan oleh Rakyat dalam implementasinya.

Masyarakat yang melek/Literated Anggaran merupakan fondasi yang paling penting dalam upaya melakukan advokasi anggaran.

Hal ini perlu diurai pada kondisi Rakyat yang notabenenya berada pada daerah menjadi mengerucut tatkala Pemerintah Desa sebagai akar pembangunan kualitas yang sumber Anggaran dari Negara menjadi urgent untuk diawasi tatkala ada banyak ketidakwajaran yang terjadi dalam pelaksanaannya.

Contohnya Jembatan Ciliman, Jembatan Ciliman seperti dibiarkan, ditunggu putus, itulah yang terjadi karena dibiarkan lama tanpa ada solusi penanganan dari Pemerintah Desa dan mendorong kepada Pemerintah Kabupaten ataupun kepada perushaan yang dekat di wilayah tersebut dalam upaya untuk memperbaiki Jembatan Ciliman.

Baca Juga  Langit Kota Bogor Cerah Sejak Rabu Sore, Diprakirakan Berawan hingga Malam Hari

“Padahal jika menilik pada fungsi Jembatan Ciliman merupakan akses masyarakat. Tentu ini menjadi tamparan bagi Pemerintah Desa Leuwiipuh agar melakukan aktivitas mapan dalam merancang Anggaran Dana Desa agar diprioritaskan pada urusan kerakyatan. Meskipun jika Dana Desa itu tidak mampu menanggulanginya, seharusnya ada perhatian dan dorongan serius kepada pemerintan kabupaten dan sejumlah pihak yang memiliki tanggung jawab sosial, sehingga dapat dirasakan oleh warga sekitar,”tegas Dori.

Dori juga mengaku heran terhadap pihak Perusahaan PTPN III yang notabene dekat pada area Jembatan Ciliman. Namun seolah tidak ada kontirbusi sosialnya, mengingat Jembatan tersebut adalah akses masyarakat yang memang harus di perioritaskan.

“Seperti tidak ada kepedulian terhadap masyarakat lingkungan sekitar. Minimal perushaan PTPN III itu memiliki moralitas terhadap upaya mendorong Kepedulian sosial, ekonomi, pendidikan dengan melakukan kepedulian infrastruktur Jembatan Ciliman. Kita akan lihat bagaimana peran PTPN III terhadap lingkungan masyarakat jika tidak ada Feedback patut dipertanyakan manfaat dari keberadaanya,”ujarnya.

Dori juga mengatakan bahwa GAMMA akan mengawal serius kelanjutan peristiwa Jembatan Ciliman tersebut.

Kata dia, jika masih saja semua pihak tutup mata dan tidak segera memperbaiki, GAMMA akan melakukan Pergerakan dan bahkan mosi tidak percaya baik terhadap Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten maupun PTPN III.

“Kami akan turun kejalan bersama rakyat jika masih saja semua pihak cuek dan tutup mata. Tentu ini hal yang serius yang tidak boleh di abaikan dan dibiarkan. Karena Jemabatan Ciliman adalah akses warga untuk segala aktivitas. Untuk itu harus segera diperbaiki,”tandas Dori.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

KY Umumkan 36 Nama Lolos Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:11 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK panggil Direktur PNBP SDA dan KND Kemenkeu Sebagai Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:24 WIB