Loading ...
“]Bahkan, hingga kini belum seluruh SPPG menyalurkan MBG kepada kelompok B3, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Asisten Daerah (Asda) I Pemerintah Provinsi Banten, Komarudin mengatakan, saat ini terdapat 133 dapur SPPG di Banten. Jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan sebanyak 127 unit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, jumlah penerima manfaat program MBG baru mencapai 2,9 juta orang dari target 3,5 juta penerima. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 600 ribu warga yang belum terlayani program tersebut.
“Jadi jumlah dapur lebih, tapi penerima manfaat masih kurang,” kata Komarudin, Kamis (21/5/2026).
Menurut Komarudin, dari total SPPG yang telah melampaui target itu, belum seluruhnya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini, baru sekitar 20 hingga 25 persen dapur SPPG yang telah mengantongi sertifikat tersebut.
Ia menyebut, rendahnya capaian sertifikasi bukan karena pengelola dapur tidak ingin memenuhi ketentuan, melainkan karena proses pemenuhan syarat yang dinilai tidak mudah.
“Karena mereka bukannya tidak mau, tetapi memenuhi syarat itu tidak mudah. Artinya, pemenuhan persyaratan belum maksimal. Media juga bisa membantu, kalau ada yang jelek-jelek tidak apa-apa dilaporkan saja,” ujarnya.
Komarudin menjelaskan, penerbitan SLHS merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Namun, proses penerbitannya tetap harus melalui pemeriksaan ketat sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Provinsi Banten pun terus mendorong agar seluruh dapur SPPG dapat memenuhi standar higiene dan sanitasi, sekaligus memperluas cakupan penerima manfaat MBG, termasuk kelompok B3 yang hingga kini belum seluruhnya terlayani.














