Kementerian ESDM Setujui 11 Titik Wilayah Pertambangan Rakyat di Banten, Total Luas Capai 554 Hektare

- Kontributor

Senin, 29 Juni 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten mengungkapkan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui penetapan 11 titik Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Provinsi Banten. Penetapan tersebut menjadi langkah awal dalam upaya legalisasi aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menjelaskan bahwa pada tahap awal Pemprov Banten mengusulkan kawasan WPR seluas lebih dari 1.000 hektare yang tersebar di 32 titik. Namun, setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi oleh Kementerian ESDM, hanya 11 titik yang dinyatakan memenuhi persyaratan.

“Total luas wilayah yang disetujui mencapai sekitar 554 hektare, terdiri atas 528 hektare di Kabupaten Lebak dan 26 hektare di Kabupaten Pandeglang,” ujar Ari, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, seluruh lokasi yang telah ditetapkan berstatus clear and clean, sehingga tidak tumpang tindih dengan izin usaha pertambangan lain maupun berada di kawasan konservasi dan kawasan lindung.

Meski demikian, masyarakat belum dapat melakukan aktivitas pengelolaan di kawasan WPR tersebut. Pemerintah Provinsi Banten masih menunggu terbitnya pedoman teknis dari Kementerian ESDM yang diperkirakan akan diterbitkan pada akhir tahun 2026.

Setelah pedoman teknis diterbitkan, Pemprov Banten akan menyusun Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar pelaksanaan pengelolaan tambang rakyat. Regulasi tersebut akan mengatur mekanisme operasional, termasuk pembentukan badan usaha atau koperasi yang nantinya menjadi pengelola wilayah pertambangan rakyat.

Sementara itu, Pengurus BEM Nusantara (BEMNUS) Banten, Qolbi, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah Banten Selatan masih mempertanyakan kepastian lokasi blok WPR yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, terdapat warga yang telah diminta mengurus legalitas koperasi sebagai salah satu persyaratan pengelolaan tambang rakyat, namun hingga kini belum memperoleh informasi yang jelas mengenai lokasi tambang yang akan dikelola.

Baca Juga  Kades Pasireurih Imbau Warga Waspadai Bencana di Musim Hujan

Atas kondisi tersebut, BEMNUS Banten meminta pemerintah memberikan informasi yang lebih transparan terkait tahapan implementasi program WPR. Kejelasan tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan tidak menimbulkan kebingungan dalam proses persiapan pengelolaan tambang rakyat.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhiri Krisis Air Petani, Pemerintah Kucurkan Rp985 Miliar Bangun Irigasi di Banten
LMP MACAB Bogor Raya Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah
Pemkot Bogor Bangun Off-Ramp Ciawi Selatan, Solusi Atasi Kemacetan Simpang Ciawi
Ringankan Beban Petani, Pemkab Lebak Gratiskan PBB Lahan Sawah hingga 5.000 Meter Perseg
Kemenkum Banten Perkuat Daya Saing UMKM Melalui Sosialisasi Merek, Indikasi Geografis, dan Perseroan Perorangan
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sumur Banten, Warga Berhamburan Keluar Rumah
Pemkab Lebak Alokasikan Rp75 Miliar untuk Bangun dan Tingkatkan 53 Ruas Jalan pada 2026
P3A Sanding Bersatu Bangun Irigasi Berkualitas, Dukung Ketahanan Pangan di Lebak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:26 WIB

Akhiri Krisis Air Petani, Pemerintah Kucurkan Rp985 Miliar Bangun Irigasi di Banten

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:24 WIB

LMP MACAB Bogor Raya Perkuat Konsolidasi Organisasi, Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:57 WIB

Pemkot Bogor Bangun Off-Ramp Ciawi Selatan, Solusi Atasi Kemacetan Simpang Ciawi

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:26 WIB

Ringankan Beban Petani, Pemkab Lebak Gratiskan PBB Lahan Sawah hingga 5.000 Meter Perseg

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:03 WIB

Kemenkum Banten Perkuat Daya Saing UMKM Melalui Sosialisasi Merek, Indikasi Geografis, dan Perseroan Perorangan

Berita Terbaru