Polisi Tangkap Perempuan di Cilegon, Sita Sabu, Ekstasi, dan Tembakau Sintetis

- Kontributor

Kamis, 17 September 2026 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Polisi menunjukkan barang bukti narkotika berupa sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis yang disita dari seorang perempuan berinisial MR (26) dalam pengungkapan kasus narkotika di Kota Cilegon, Banten.

Keterangan Foto: Polisi menunjukkan barang bukti narkotika berupa sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis yang disita dari seorang perempuan berinisial MR (26) dalam pengungkapan kasus narkotika di Kota Cilegon, Banten.

CILEGON — Satuan Reserse Narkoba Polres Cilegon menangkap seorang perempuan berinisial MR (26) yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis.

Kasat Narkoba Polres Cilegon Iptu Gregorius Michael mengatakan, MR merupakan warga Kebon Dalam, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Polisi menangkap tersangka di sebuah rumah di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil.

“Tersangka ini seorang perempuan berusia 26 tahun, warga Kebon Dalam, Purwakarta, Cilegon. Anggota kami menangkap MR di rumah yang beralamat di Kelurahan Kebonsari, Citangkil,” kata Gregorius dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penggeledahan di lokasi penangkapan, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika. Polisi menyita sabu seberat 398,48 gram, 360 butir ekstasi, serta 98,90 gram tembakau sintetis.

“Dari penggeledahan yang dilakukan oleh anggota kami, ditemukan barang bukti tiga jenis narkotika, yaitu sabu, ekstasi, dan tembakau sintetis,” ujarnya.

Terima Narkoba dari Seseorang Berinisial G

Berdasarkan pemeriksaan awal, MR disebut mengaku mengambil paket narkotika sehari sebelum penangkapan. Barang tersebut diduga diterima dari seseorang berinisial G di tepi jalan dekat tempat pelelangan ikan.

“Tersangka MR mendapatkan narkotika jenis sabu, ineks (ekstasi), dan tembakau sintetis ini dari seseorang berinisial G,” kata Gregorius.

Polisi menyebut MR mendapatkan imbalan sebesar Rp200 ribu atas aktivitas tersebut. Selain uang tunai, tersangka juga disebut memperoleh fasilitas menggunakan sabu secara gratis.

“Modus operandinya, tersangka MR mendapatkan upah sebesar Rp200 ribu dan bisa memakai sabu secara gratis,” ujarnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengetahui keberadaan G serta membongkar jaringan narkotika yang diduga berada di atasnya.

“Keberadaan inisial G masih terus kami dalami dan kami kembangkan untuk membongkar jaringan di atasnya,” kata Gregorius.

Baca Juga  Kabidhumas: Keterbukaan Informasi Kunci Bangun Kepercayaan Publik terhadap Polri
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berjualan di Dekat Kantor Kecamatan Parungkuda,Tukang Gorengan di Duga Nyambi Jual Rokok Ilegal
Warga Pertanyakan Ketegasan Kapolres Bogor, Peredaran Obat Keras Golongan G di Terminal Laladon Marak Tanpa Sentuhan Hukum
Peredaran Obat Keras Golongan G di Terminal Laladon Bogor Kembali Disorot
Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti
KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat
Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, 580 Butir Tramadol dan Trihex Diamankan
Polres Lebak Ungkap Dua Kasus Sabu, Tiga Orang Diamankan dan 55,30 Gram Barang Bukti Disita
KPK Sebut Empat Tersangka Kasus Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Menteri Nusron

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:17 WIB

Berjualan di Dekat Kantor Kecamatan Parungkuda,Tukang Gorengan di Duga Nyambi Jual Rokok Ilegal

Selasa, 3 November 2026 - 11:35 WIB

Warga Pertanyakan Ketegasan Kapolres Bogor, Peredaran Obat Keras Golongan G di Terminal Laladon Marak Tanpa Sentuhan Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Peredaran Obat Keras Golongan G di Terminal Laladon Bogor Kembali Disorot

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Berita Terbaru

Keterangan Foto:

Ilustrasi kampanye pencegahan peredaran dan penyalahgunaan obat keras tanpa resep dokter di kawasan Terminal Laladon, Kabupaten Bogor. Edukasi masyarakat serta pengawasan oleh aparat kepolisian dan petugas kesehatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penggunaan obat keras secara tidak tepat.

Ilustrasi: Journal Media News

⚖️ Hukum & Kriminal

Peredaran Obat Keras Golongan G di Terminal Laladon Bogor Kembali Disorot

Sabtu, 31 Okt 2026 - 01:55 WIB