Prabowo Instruksikan Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

- Kontributor

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan TNI Angkatan Laut dan instansi terkait untuk melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah kapal untuk menyisir kawasan pencarian.

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan TNI Angkatan Laut dan instansi terkait untuk melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah kapal untuk menyisir kawasan pencarian.

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan pencarian maksimal terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Instruksi tersebut telah disampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sejak Senin (7/9/2026) malam, sesaat setelah rombongan dilaporkan hilang kontak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, TNI Angkatan Laut langsung mengerahkan sejumlah kapal untuk melakukan operasi pencarian setelah menerima instruksi Presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian. Di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram @sekretariat.presiden, Kamis (10/9/2026).

TNI AL Kerahkan 11 Kapal

Teddy menjelaskan, operasi pencarian melibatkan kekuatan gabungan dengan total 11 kapal, termasuk KRIS, untuk menyisir wilayah perairan Selat Sunda.

“Sesuai laporan KSAL, total ada 11 kapal gabungan yang langsung melakukan pencarian,” katanya.

Sebelas kapal yang dikerahkan terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer 1-3-64, KAL Pohawang 1-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.

Operasi pencarian terhadap delapan orang tersebut memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9/2026). Dua hari pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil.

Pencarian Difokuskan ke Sisi Utara

Basarnas bersama unsur SAR gabungan kembali mengoptimalkan pencarian pada hari ketiga dengan memfokuskan penyisiran ke sisi utara kawasan Gunung Anak Krakatau.

Strategi pencarian disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk arus laut, pergerakan gelombang, serta arah angin di sekitar lokasi.

Baca Juga  Baru Sebulan Dilantik, Kepala BGN Nanik Deyang Pilih Mundur

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan seluruh kekuatan yang tersedia akan dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

“Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan,” kata Edy dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026) malam, dikutip dari ANTARA.

Delapan Orang Masih Dicari

Delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang kru kapal cepat.

Kelima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal yang turut dilaporkan hilang yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Hingga Kamis (10/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan delapan orang tersebut beserta kapal cepat yang mereka gunakan.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Berita Politik Pilihan Sepekan yang Menarik Dibaca
Daftar Harta Kekayaan 26 Anggota Wantimpres Berdasarkan LHKPN KPK
PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober
Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau
Pangdam III/Siliwangi Tutup Pendidikan dan Lantik 1.452 Prajurit Dikmata Infanteri Gelombang II TA 202
DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif
IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional
Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Daftar Harta Kekayaan 26 Anggota Wantimpres Berdasarkan LHKPN KPK

Rabu, 23 September 2026 - 12:36 WIB

PWI Pusat Konsolidasikan 38 Portal Daerah, Diluncurkan Serentak 1 Oktober

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Gubernur Banten Turun Langsung Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 11:13 WIB

Prabowo Instruksikan Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 10:59 WIB

Pangdam III/Siliwangi Tutup Pendidikan dan Lantik 1.452 Prajurit Dikmata Infanteri Gelombang II TA 202

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB