Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis

- Kontributor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dan ambulans berada di lingkungan sekolah, sementara sejumlah siswa mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sebanyak 91 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan dievakuasi ke RSPG Cisarua. Penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pelajar tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Petugas dan ambulans berada di lingkungan sekolah, sementara sejumlah siswa mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sebanyak 91 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dilaporkan dievakuasi ke RSPG Cisarua. Penyebab gangguan kesehatan yang dialami para pelajar tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

BOGOR — Sebanyak 91 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dievakuasi ke Rumah Sakit Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG), Cisarua, pada Rabu (21/10/2026), setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pelajar. Hingga saat ini, penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, mengatakan bahwa pihak kepolisian berada di rumah sakit untuk membantu pengamanan serta mendukung kelancaran proses evakuasi siswa. Menurutnya, keselamatan para pelajar menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut.

“Jadi informasi sementara sekarang anak sekolah dari sekolahan dievakuasi ke rumah sakit RSPG dalam proses untuk kita utamakan keselamatan dulu para siswanya,” ujar Budi saat memberikan keterangan pada Rabu (21/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, para siswa yang dievakuasi berasal dari beberapa tingkat kelas, di antaranya kelas VII dan VIII. Sebelum kejadian, para pelajar diketahui mengikuti kegiatan makan bersama di lingkungan sekolah.

Budi menyampaikan, sebanyak 91 siswa telah tiba di RSPG untuk mendapatkan penanganan medis. Pada saat keterangan tersebut disampaikan, proses evakuasi sejumlah siswa masih berlangsung.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat aktivitas makan dan minum susu yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai hubungan antara makanan atau minuman yang dikonsumsi dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Terkait kondisi para pelajar, pihak kepolisian belum menyampaikan rincian mengenai gejala yang dialami maupun perkembangan kesehatan masing-masing siswa. Informasi tersebut masih menunggu keterangan lebih lanjut dari tenaga medis.

“Masalah apa penyebabnya ya nanti dikonfirmasi dari dokter. Kita amankan dulu anak-anak sekolah yang sekarang dalam perjalanan,” kata Budi.

Baca Juga  Integrasi Bahasa Daerah dalam Kurikulum Sekolah: Upaya Pelestarian Budaya Lokal

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai kondisi terkini para siswa maupun hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan penyebab kejadian tersebut.

Pemeriksaan medis diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi kesehatan para pelajar. Sementara itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat mengedepankan keselamatan siswa dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

 

Penulis : Miradjli RM

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif
IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional
Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa
Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro
Pihak SDN 3 Lebaksitu Jelaskan Kondisi Bangunan Sekolah dan Keterbatasan Dana Perbaikan
Kondisi SDN 3 Lebaksitu Memprihatinkan, Realisasi Dana BOS Pemeliharaan Jadi Sorotan
Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
Kampung Literasi Pekijing Jadi Inspirasi Penguatan Budaya Baca di Banten
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Sebanyak 91 Siswa SMPN 2 Cisarua Dievakuasi ke RSPG, Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Medis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:19 WIB

DPRD Banten Soroti Dugaan Selisih Dana BOS Rp19,26 Miliar, Minta Audit Investigatif

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:24 WIB

IPB University Luncurkan Beasiswa Wartawan untuk Perkuat Kapasitas Jurnalisme Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:28 WIB

Oknum Guru di MI Hidayatussibiyan II Bogor Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Lebak Hadiri Pembukaan O2SN Jenjang SD dan SMP di Hall Universitas La Tansa Mashiro

Berita Terbaru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB