BOGOR — Sebanyak 91 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, dievakuasi ke Rumah Sakit Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG), Cisarua, pada Rabu (21/10/2026), setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah pelajar. Hingga saat ini, penyebab kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, mengatakan bahwa pihak kepolisian berada di rumah sakit untuk membantu pengamanan serta mendukung kelancaran proses evakuasi siswa. Menurutnya, keselamatan para pelajar menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut.
“Jadi informasi sementara sekarang anak sekolah dari sekolahan dievakuasi ke rumah sakit RSPG dalam proses untuk kita utamakan keselamatan dulu para siswanya,” ujar Budi saat memberikan keterangan pada Rabu (21/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, para siswa yang dievakuasi berasal dari beberapa tingkat kelas, di antaranya kelas VII dan VIII. Sebelum kejadian, para pelajar diketahui mengikuti kegiatan makan bersama di lingkungan sekolah.
Budi menyampaikan, sebanyak 91 siswa telah tiba di RSPG untuk mendapatkan penanganan medis. Pada saat keterangan tersebut disampaikan, proses evakuasi sejumlah siswa masih berlangsung.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat aktivitas makan dan minum susu yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai hubungan antara makanan atau minuman yang dikonsumsi dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Terkait kondisi para pelajar, pihak kepolisian belum menyampaikan rincian mengenai gejala yang dialami maupun perkembangan kesehatan masing-masing siswa. Informasi tersebut masih menunggu keterangan lebih lanjut dari tenaga medis.
“Masalah apa penyebabnya ya nanti dikonfirmasi dari dokter. Kita amankan dulu anak-anak sekolah yang sekarang dalam perjalanan,” kata Budi.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai kondisi terkini para siswa maupun hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan penyebab kejadian tersebut.
Pemeriksaan medis diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi kesehatan para pelajar. Sementara itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat mengedepankan keselamatan siswa dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian.
Penulis : Miradjli RM











