JAKARTA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memperkuat transformasi organisasi di era digital dengan mengonsolidasikan 38 portal PWI daerah di seluruh Indonesia. Seluruh portal tersebut ditargetkan diluncurkan secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan persiapan jaringan portal tersebut kini memasuki tahap akhir. Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan mulai diaktifkan serta diisi konten secara rutin menjelang peluncuran resmi.
“Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Munir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persiapan konsolidasi tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (22/9). Rapat dipimpin Munir dan dihadiri Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, sejumlah pengurus PWI Pusat, serta pengurus PWI daerah yang bertugas sebagai administrator portal melalui konferensi daring.
Sejumlah agenda dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari kesiapan jaringan portal, aktivasi di masing-masing daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI daerah.
Menurut Munir, keberadaan 38 portal daerah merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Melalui jaringan tersebut, berbagai aktivitas organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, serta isu-isu dari daerah diharapkan dapat terhubung dalam satu ekosistem digital.
“Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Munir.
Menjelang peluncuran, seluruh PWI daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten. Setiap daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal.
Masing-masing daerah didorong membangun ritme produksi dengan mengunggah berita secara rutin setiap hari.
“Karena itu, saya meminta seluruh PWI daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” katanya.
Untuk memperkuat sinergi konten, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat. Mekanisme tersebut diharapkan membuat informasi penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI.
Sebaliknya, informasi dari tingkat pusat juga diharapkan dapat tersalurkan secara efektif kepada masyarakat di berbagai daerah.
Munir menegaskan transformasi digital PWI tidak sebatas membangun infrastruktur portal. Penguatan jaringan digital, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan.
“Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI daerah,” ujarnya.
Konsolidasi 38 portal daerah tersebut menjadi bagian dari langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi berbasis digital.
Sebelumnya, PWI Pusat juga telah meluncurkan siniar atau podcast PWI Channel sebagai kanal yang membahas dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya.
Pada episode perdana PWI Channel, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo hadir sebagai narasumber.
Penulis : Zainal











