Jakarta,journalmedianews.com- Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta kepada pemerintah maupun TNI untuk memastikan sistem perlindungan pasukan atau force protection bagi para prajurit TNI yang bertugas di wilayah misi.
Menurut dia, force protection itu perlu dilakukan secara ketat dan menyeluruh di wilayah yang memiliki eskalasi konflik tinggi, demi keamanan prajurit TNI yang tengah menjalankan misi dari PBB.
“Peristiwa ini harus menjadi momentum dasar untuk memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di forum internasional,” kata Amelia di Jakarta, Selasa merespons gugurnya sejumlah prajurit TNI di Lebanon akibat serangan Israel.
Dia menegaskan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia harus tetap dilanjutkan, tetapi dengan standar keamanan, kesiapan alutsista, dan dukungan intelijen yang lebih adaptif terhadap dinamika ancaman kontemporer.
Sebagai legislator yang membidangi urusan pertahanan dan keamanan, dia pun menyampaikan duka cita atas gugurnya sejumlah prajurit tersebut yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-S di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)
Negara, kata dia, wajib memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum beserta pemenuhan seluruh hak keluarga yang ditinggalkan, baik dalam bentuk santunan, jaminan sosial maupun pendampingan berkelanjutan.
“Pengorbanan ini merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi,” kata dia.
Sebelumnya pada Senin (30/3), Kementerian Luar Negeri RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia bernama Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan pada Minggu (29/3).
Sementara itu, pada Selasa (31/3), Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan dua prajurit TNI gugur di Lebanon Selatan saat sedang melakukan tugas pengawalan pasukan UNIFIL pada Senin (30/3).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, telah merilis dua identitas prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan yaitu Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.














