Sesar Lembang dan Potensi Longsor di Jawa Barat,Pusat Riset Kebencanaan Geologi Bertindak

- Kontributor

Sabtu, 30 Maret 2024 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jabar,|Journalmedianews.com- Hujan dan sesar lembang menjadi penyebab wilayah perbukitan di Bandung utara, yang mencakup Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat hingga Cimahi, rawan bencana longsor.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Bada Riset dan Invasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari menjelaskan bagaimana perubahan tata guna lahan berdampak pada potensi bencana longsor di wilayah perbukitan Bandung.

Menurutnya, hilangnya pohon yang menjadi penyerap serta kondisi tanah vulkanik yang belum mengalami pemadatan yang cukup membuat wilayah semacam ini .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang bisa kita lihat banyak sekali pemukiman di situ [Bandung Utara]. Daerah-daerah perbukitan itu sudah berubah jadi pemukiman. Tentunya ketika satu kawasan terbuka maka tanah akan mudah sekali menyerap air hujan,” jelas Adrin di sela diskusi terkait fenomena Selat Muria di Kantor BRIN, Kamis (28/3).

“Daerah tanah perbukitan seperti di Lembang itu tanah vulkanik yang belum mengalami pemadatan, sehingga dengan mudah air masuk mengisi pori-porinya. Apabila itu menjadi jenuh air, maka yang terjadi longsor,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata Adrin, perubahan tata guna lahan di daerah perbukitan pasti memicu longsor.

Ia menjelaskan lebih rinci tentang fungsi tanaman dalam mencegah longsor, yakni lewat akar yang dianalogikan sebagai sedotan dan daun-daunnya yang dianalogikan seperti kanopi.

“Karena sudah tidak ada lagi akar yang menghisap air tanah. Kan fungsinya seperti sedotan, penghisap air, supaya terjadi keseimbangan. Dan juga tidak ada lagi yang menutupi permukaan tanah itu supaya air tidak masuk ke tanah secara berlebihan, tidak ada lagi kanopi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adrin menyebut wilayah Bandung Utara perlu waspada terhadap bencana longsor. Bencana longsor ini bisa diakibatkan hujan dan yang berkaitan dengan sesar lembang.

Baca Juga  Pemdes Warung Menteng Cijeruk Bogor Mengaku Tidak Ada Komunikasi dengan KSM P3A di Wilayahnya

Pusat Riset Kebencanaan Geologi sendiri melakukan pemasangan alat untuk memantau sejumlah titik di sesar lembang. Pemantauan di wilayah tersebut dilakukan karena riset yang sudah ada memperkirakan periode ulang sesar ini memiliki interval yang tidak lama.

“Sesar itu punya periode ulang yang tidak lama. Jadi mungkin 100 tahun dari event yang terakhir. Itu yang sedang kita coba pahami kira-kira pada saat ini kondisi sesar lembang itu sedang menghimpun energi atau tidak,” terangnya.

Salah satu wilayah yang dipantau adalah kawasan Gunung Batu. Adrin dan tim memasang alat Early Warning System (EWS) pergerakan tanah di kawasan tersebut untuk memonitor pergerakan lereng.

Pasalnya, pergerakan atau guncangan sebesar apapun di wilayah tersebut dikhawatirkan membuat Gunung Batu melorot.

Dengan pemantauan tersebut, para peneliti nantinya bisa memberikan peringatan jika hal itu terjadi.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Integritas Penegakan Hukum, Febrie Adriansyah Lepas Jabatan Jampidsus
Wartawan Tempo Mengaku Dipaksa Hapus Foto Personel TNI Saat Liputan di Kejagung
Diduga Tak Terima Diberitakan, Ketua P3A Karya Naga Dilaporkan Ancam Wartawan melalui Voice Note
Menhut Raja Juli Serahkan SK Hutan Adat 1.175 Hektare, Ini Daftar Penerimanya
Boyamin Siap Serahkan Bukti Dugaan Pejabat BGN Miliki 20 Dapur Umum
Modus Korupsi Kepala BGN Dkk: Markup Pengadaan Motor Listrik Rp 1 T, Sepatu, Tablet
BREAKING NEWS: Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejaksaan Agung
Sehari Setelah Dadan Hindayana Dicopot, Kantor BGN Digeledah Kejagung
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:54 WIB

Jaga Integritas Penegakan Hukum, Febrie Adriansyah Lepas Jabatan Jampidsus

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:50 WIB

Wartawan Tempo Mengaku Dipaksa Hapus Foto Personel TNI Saat Liputan di Kejagung

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:51 WIB

Menhut Raja Juli Serahkan SK Hutan Adat 1.175 Hektare, Ini Daftar Penerimanya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:46 WIB

Boyamin Siap Serahkan Bukti Dugaan Pejabat BGN Miliki 20 Dapur Umum

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:41 WIB

Modus Korupsi Kepala BGN Dkk: Markup Pengadaan Motor Listrik Rp 1 T, Sepatu, Tablet

Berita Terbaru