DPRD Lebak Desak Pemda Percepat Pembangunan Huntap Korban Banjir Bandang

- Kontributor

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dengar Pendapat yang digelar DPRD Lebak, membahas percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang di Lebak Gedong dan Cipanas. (Dok. DPRD Lebak)

Rapat Dengar Pendapat yang digelar DPRD Lebak, membahas percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang di Lebak Gedong dan Cipanas. (Dok. DPRD Lebak)

Lebak – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak mendesak pemerintah daerah agar segera mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para korban banjir bandang di Kecamatan Lebak Gedong dan Cipanas.

Pasalnya, sejak bencana terjadi pada tahun 2020, hingga kini hunian permanen bagi para penyintas belum juga terealisasi.

Desakan tersebut disampaikan DPRD Kabupaten Lebak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Rabu, 14 Januari 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas persoalan pembangunan Huntap di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Lebak Gedong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

RDP digelar sebagai respons atas keluhan masyarakat yang telah lama menunggu kepastian pembangunan hunian layak. Hingga saat ini, kondisi Huntara dinilai masih jauh dari memadai dan berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak bencana.

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan tanpa kejelasan. Ia menilai lambannya progres pembangunan dan perbaikan Huntara Lebak Gedong tidak sebanding dengan lamanya waktu tunggu masyarakat.

“Warga sudah sangat lelah menunggu. Mereka membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji. Hunian yang layak adalah hak masyarakat dan harus segera direalisasikan,” tegas Juwita.

Menurutnya, keterlambatan pembangunan Huntap tidak hanya berdampak pada kondisi fisik tempat tinggal, tetapi juga berpengaruh besar terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Lebak Gedong.

Oleh karena itu, melalui RDP tersebut, DPRD meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kami meminta semua instansi menyampaikan secara terbuka kendala yang dihadapi, baik dari sisi perencanaan, penganggaran, maupun pelaksanaan di lapangan, sehingga solusi dapat dicari dan disepakati bersama,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemkab Lebak Siapkan 8,8 Hektare Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru