Keprihatinan Anang Janur atas Bencana Alam di Sukabumi: Dampak Konversi Hutan Lindung

- Kontributor

Rabu, 18 Desember 2024 - 04:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, 17 Desember 2024 – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anang Janur, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang melanda 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Bencana yang meliputi banjir bandang, pergerakan tanah, dan longsor ini telah menimbulkan duka mendalam bagi ribuan korban.

Anang Janur menyoroti kemungkinan hubungan antara bencana tersebut dengan konversi hutan lindung menjadi hutan produksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak perubahan lingkungan yang terjadi, khususnya mengingat perluasan hutan produksi dari hutan lindung yang pernah disampaikan fraksi PDI Perjuangan melalui Pandangan Umum di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi pada tahun 2013, saat kepemimpinan Bupati H. Sukma Wijaya.

“Saya prihatin dan turut berduka cita atas bencana ini,” ujar Anang Janur pada Selasa (17/12/24).

“Saya terus bertanya-tanya, apakah penggundulan hutan menjadi salah satu penyebabnya. Karena bencana kemarin ada 10 titik di ruas jalan provinsi di sekitar Hutan Pasir Piring yang mengalami longsor, apa mungkin karena itu,” ungkapnya.

Anang Janur mengingatkan bahwa fraksi PDI Perjuangan pernah menyampaikan pandangan umum terkait konversi hutan lindung menjadi hutan produksi pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi tahun 2013.

“Saya sudah memprediksi akan ada dampak terhadap lingkungan, dan kini kita merasakan akibatnya. Mungkin saja bencana ini terkait dengan perubahan tersebut,” tambahnya.

Ia mencontohkan kasus perubahan hutan lindung di Pasir Piring yang kini menjadi hutan produksi. Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, dan bencana yang terjadi saat ini bisa jadi merupakan salah satu buktinya.

Anang Janur berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan konversi hutan dan mengambil langkah-langkah pencegahan bencana di masa mendatang.

Baca Juga  Proyek TPT Desa Bojong Murni Senilai Rp375 Juta Disorot Warga,Bangunan Asal Jadi

Dengan keprihatinan yang mendalam, Anang Janur mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap kebijakan yang diambil.

“Kita harus belajar dari kejadian ini dan berusaha mencegah agar tidak terulang di masa depan,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB