Pembangunan Rabat Beton di Desa Wangunjaya Diduga Asal Jadi: Masyarakat Resah

- Kontributor

Senin, 23 September 2024 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, 23 September 2024 – Pembangunan rabat beton di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, yang baru saja rampung beberapa bulan lalu, kini menuai kontroversi. Berdasarkan hasil investigasi awak media di lokasi pembangunan jalan yang terletak di Kampung Parung Gedong, ditemukan indikasi bahwa proyek tersebut dikerjakan dengan kualitas yang kurang memadai.

Dok.Papan Informasi Publik Desa Wangunjaya

Proyek pembangunan jalan dengan volume fisik 334×2,5×0,12 meter ini didanai oleh APBDesa tahun 2024 dengan nilai pengadaan sebesar Rp155.000.000. Namun, hasil investigasi menunjukkan bahwa pembangunan tersebut diduga kurang bahan pokok seperti semen dan pengerjaannya tidak merata. Akibatnya, jalan yang baru saja selesai dibangun sudah mulai pudar dan pecah-pecah.

Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya, “Baru beberapa bulan selesai, tapi jalan sudah rusak. Ini jelas ada yang tidak beres. Kami menduga ada oknum yang ingin meraih keuntungan pribadi dengan mengurangi kualitas bahan.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangannya terkait dugaan ini. Masyarakat berharap agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak segera turun tangan untuk menyikapi pembangunan rabat beton yang diduga dikerjakan asal jadi.

“Kami meminta DPMD Kabupaten Lebak agar segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap proyek ini. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” ujar salah satu warga.

Ketika awak media mencoba menghubungi Kepala Desa Wangunjaya melalui pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai kualitas bangunan tersebut, ia hanya menjawab singkat, “Oh, muhun yang memutuskan di lapangan dan sertifikasi PDTI.”

Pernyataan ini menimbulkan banyak dugaan di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan bagaimana proyek dengan kualitas seperti itu bisa lolos sertifikasi PDTI. “Ada apa ini? Perlu pihak terkait untuk mengkroscek pembangunan rabat beton ini langsung di lapangan,” tambah warga lainnya.

Baca Juga  Diserang di Tengah Malam: Warga Barengkok Jadi Korban Kekerasan di RSUD Malingping

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap agar ada transparansi dan tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur desa dilakukan dengan baik dan tidak merugikan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

KY Umumkan 36 Nama Lolos Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:11 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK panggil Direktur PNBP SDA dan KND Kemenkeu Sebagai Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:24 WIB