ASKLIN Diminta Turun Tangan, Isu Kepatuhan SOP Klinik di Kabupaten Lebak Disorot

- Kontributor

Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:
Saudara Dani Saeputra menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait pengawasan serta kepatuhan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan klinik di Kabupaten Lebak di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat, Jumat, 26 Desember 2025.

Foto: Saudara Dani Saeputra menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait pengawasan serta kepatuhan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan klinik di Kabupaten Lebak di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat, Jumat, 26 Desember 2025.

Lebak, Banten — Isu kepatuhan standar operasional prosedur (Standard Operating Procedure/SOP) sejumlah klinik di Kabupaten Lebak mencuat ke ruang publik. Sejumlah pihak mendorong Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional klinik di wilayah tersebut.

Isu ini mencuat setelah pernyataan seorang dokter spesialis kandungan berinisial ST yang menyebutkan bahwa masih terdapat klinik di Kabupaten Lebak yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan SOP sebagaimana diatur dalam regulasi pelayanan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda klarifikasi bersama kuasa hukum Resti Komalawati, SH., MH., yang berlangsung di Klinik Utama Tanti Kirana, Jalan Siliwangi, Kampung Jaura, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, aktivis pemerhati kebijakan kesehatan di Kabupaten Lebak, Dani Saeputra, meminta agar pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah serius dengan melakukan pengawasan dan penindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Dani, hasil pemantauan lapangan yang dilakukan pihaknya menemukan sejumlah indikasi pelanggaran SOP di beberapa klinik, antara lain terkait pengawasan terhadap tenaga medis, penggunaan peralatan medis, serta kelengkapan dan ketertiban dokumentasi medis.

“Kami meminta pihak berwenang segera melakukan investigasi secara menyeluruh dan objektif untuk memastikan keselamatan pasien tetap terjaga,” ujar Dani.

Ia juga menilai, lemahnya pengawasan berpotensi menimbulkan risiko pelayanan kesehatan, termasuk kesalahan diagnosis, kesalahan pengobatan, kesalahan prosedur medis, maupun kelalaian dalam perawatan pasien.

Risiko tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada kerugian fisik, emosional, hingga finansial bagi pasien dan keluarganya.
Selain itu, Dani mendorong Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lebak untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak guna memastikan kejelasan perizinan dan kepatuhan operasional seluruh klinik di wilayah tersebut.

Baca Juga  Tragis! Bocah Katulampa Hanyut di Sungai Ciliwung: Kisah dari Teman Dekatnya

Ia juga berharap Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) sebagai organisasi yang menaungi klinik-klinik di Indonesia dapat berperan aktif dalam melakukan pembinaan, pengawasan, serta penegakan standar pelayanan kesehatan sesuai dengan mandat organisasinya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak maupun ASKLIN belum memberikan keterangan resmi terkait isu tersebut.

 

Pewarta: Denis
Editor: Zenal
Copyright © JMN 2025

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru