Desa Kuta Megamendung: Proyek Pembangunan Bermasalah, Camat Bungkam

- Kontributor

Senin, 2 September 2024 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor,2 September 2024– Situasi pembangunan di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin memprihatinkan. Proyek pembangunan yang sedang berlangsung di desa tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Selain itu, teknis pengerjaan yang dilakukan juga tidak memenuhi standar yang seharusnya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.

Foto:Papan Informasi Publik Pembangunan Infrastruktur Desa Kuta Bogor

Ridwan, selaku Camat Megamendung, tampaknya tidak memberikan respons yang memadai terhadap informasi yang disampaikan oleh media. Pada Senin (02/09/2024), media mencoba menghubungi Ridwan melalui pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan jawaban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya untuk bertemu langsung dengan Ridwan di kantor Kecamatan pada hari yang sama juga tidak berhasil, karena menurut staf Kecamatan, Pak Camat sedang bertugas di luar kantor.

Kondisi ini semakin memperburuk situasi, karena pemerintah setempat seolah-olah menutup mata terhadap pengerjaan pembangunan yang diduga dilakukan secara asal-asalan.

Proyek ini diduga menjadi ajang pencarian keuntungan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang mengabaikan kualitas dan dampak lingkungan dari pembangunan tersebut.

Pada Kamis (29/08/2024), awak media dari Jurnal Media telah mencoba menghubungi Ridwan melalui pesan WhatsApp untuk mendapatkan klarifikasi terkait masalah ini, namun tidak ada tanggapan yang diberikan.

Ketika media mencoba mendatangi kantor Kecamatan pada Senin (02/09/2024), mereka juga tidak berhasil bertemu dengan Ridwan. Staf Kecamatan menyatakan bahwa Pak Camat sedang bertugas di luar kantor, tanpa memberikan informasi lebih lanjut mengenai keberadaannya atau kapan ia akan kembali.

Situasi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang merasa bahwa pemerintah tidak serius dalam menangani masalah ini.

Mereka berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa proyek pembangunan di Desa Kuta dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga  Konsolidasi dan Kerjasama: Letkol Davit Wowor Kunjungi LPKSM PATROLI

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

PT Banten Tegaskan Kehadiran dalam Sidang Putusan Banding Merupakan Hak Para Pihak

Senin, 29 Jun 2026 - 15:26 WIB