Aktifis Tagih Janji Pj Bupati Segera Realisasikan Budaya Masyarakat Peduli Lingkungan

- Kontributor

Senin, 26 Februari 2024 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR -(Journalmedianews.com)-Sampah Pasca pemilu masih menumpuk di 40 Kecamatan, Aktifis Lingkungan Hidup Bogor Raya pertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor belum berinisiatif mengolah sampah alat peraga kampanye luar ruang berbahan campuran plastik yang bermanfaat secara ekonomi.

Tumpukan sampah baliho, spanduk dan alat peraga kampanye luar ruang lainnya yang telah ditertibkan pada masa tenang Pemilu 2024 kemarin, diperkirakan mencapai puluhan ton volumenya itu ternyata masih menumpuk di Panwascam di 40 Kecamatan dan belum dikelola secara benar.

Aktivis Lingkungan Hidup Bogor Raya, Sabilillah mendesak Pj Bupati Bogor untuk mendesak kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor supaya berinisiatif mengelola sampah alat peraga kampanye luar ruang yang sebagian besar terbuat berbahan campuran plastik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Padahal sebelum pesta demokrasi dilaksanakan tahun ini, ia telah mengingatkan melalu puluhan media massa dan media elektronik terkait akan adanya peningkatan volume sampah plastik,” ucapnya, Senin (26/02/2024)

Sabilillah mengingatkan, bahwa, Pj Bupati Bogor telah menggaungkan Budaya Masyarakat Peduli Lingkungan, pada acara silaturahmi dengan para penggiat Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dan pendamping lingkungan hidup se-Kabupaten Bogor, di Auditorium Setda, Senin (5/2/2024) kemarin. “Kini, saatnya beraksi libatkan segenap potensi yang ada di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Selain sampah pemilu yang telah ditertibkan, juga masih ditemukan sampah alat peraga kampanye luar ruang berukuran kecil dan sedang yang berceceran di pinggir jalan maupun hanyut terbawa air selokan saat hujan. “Ini persoalan serius karena unsur plastik tidak bisa di urai kecuali dikelola secara benar,” tegasnya.

Adanya peningkatan volume sampah berbahan campuran plastik ini juga akibat belum ada komitmen bersama seluruh Parpol dan calo legislatifnya untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup “Nah, sekarang sudah terlanjur basah, DLH mau tidak mau harus berinisiatif jemput bola ke 40 Panwascam lalu kelola sampah-sampah itu,” desak Sabilillah.

Baca Juga  Warung Jamu di Jalan Yasmin Bogor Diduga Edarkan Obat Terlarang Golongan G

Sebelumnya, Lembaga Pemantau dan Kajian Pembangunan Daerah (LPPD) Kabupaten Bogor, Coky Pasaribu membenarkan masih banyaknya persoalan sampah liar yang ada di wilayah Bumi Tegar Beriman. Pihaknya meminta agar PJ Bupati Bogor yang baru ini dapat memperhatikan hal ini dengan serius.

“Ini tantang bagi Pj Bupati Bogor pak Asmawa Tosepu, semoga bisa membenahi persoalan lingkungan di Bumi Tegar Beriman,” tegasnya.

Perlu diketahui, selain alat peraga kampanye luar ruang, sampah dari aktifitas masyarakat umum juga belum tertangani secara baik, terutama sampah liar yang menumpuk di tepi jalan, sehingga menimbulkan berbagai keluhan dari para pengguna jalan maupun masyarakat.

Kepada wartawan, Pendamping Lingkungan Hidup Kecamatan Babakan Madang, Wiji Suparno, mengatakan kesibukan tahapan pemilu pasca hari pencoblosan membuat Panwascam belum melaporkan sampah alat peraga kampanye luar ruang yang telah ditertibkan. “Di kantor Panwascam Babakan Madang ada sekitar satu ton sampah apk,” ucapnya, Senin (26/02/2024)

Ia mengharapkan sampah tersebut di kelola dengan cara daur ulang yang memiliki manfaat secara ekonomi. Seperti yang telah dilakukan di tempat pengolahan sampah Mekarsari Tanah Sareal Kota Bogor. “Sampah APK itu dicacah lalu dilebur dan dipadatkan menjadi bahan material pavingblock, balok dan lainnya,”tutupnya.

Sementara itu, Kabid Persampahan pada DLH kabupaten Bogor, Fadli belum bisa memberikan keterangannya usai dihubungi via selularnya.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Daerah Berkarya, Tapos Caang Akan Hadirkan Film “Sang Saka Merah Putih” Sambut HUT RI
Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Anak Daerah Berkarya, Tapos Caang Akan Hadirkan Film “Sang Saka Merah Putih” Sambut HUT RI

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Berita Terbaru

Ilustrasi pengungkapan laboratorium narkoba rahasia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kapolri memaparkan kronologi penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan narkotika lintas negara dengan barang bukti sekitar 1,2 ton bruto, berupa sabu cair dan sabu kristal.

⚖️ Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Lintas Negara Terbongkar, Polisi Sita 1,2 Ton Barang Bukti

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:41 WIB

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB. Salah satu tersangka disebut merupakan adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai senilai Rp1,4 miliar dan logam mulia emas. BNPB menyatakan menghormati proses hukum serta berkomitmen kooperatif dalam mendukung penyidikan.

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala Badan Turut Dijerat

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:01 WIB