Wujud Kepedulian Padepokan Wayang Bambu Bogor Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

- Penulis Berita

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, 14 Maret 2026 — Suasana khidmat menyelimuti Kampung Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor, saat Padepokan Wayang Bambu Bogor menggelar kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa, serta warga kurang mampu di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian komunitas seni terhadap kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Padepokan Wayang Bambu Bogor, Edi Suardi, dan didampingi oleh Pupuhu Ki Drajat Iskandar, bersama jajaran pengurus padepokan yang hadir membawa semangat berbagi di tengah upaya melestarikan seni budaya.

Sinergi Budaya dan Kemanusiaan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan setempat, termasuk Ketua RW serta para Ketua RT di wilayah Kampung Cijahe.

Ketua panitia, Edi Suardi, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara komunitas seni dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Padepokan Wayang Bambu tidak hanya dikenal melalui karya seni, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim, para janda, dan kaum dhuafa,” ujarnya.

Prosesi penyerahan santunan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Raut kebahagiaan tampak dari para penerima manfaat saat bantuan diserahkan secara langsung oleh tim padepokan.

Dukungan dari warga setempat turut menciptakan suasana kebersamaan yang kental dalam kegiatan yang digelar di jantung Kampung Cijahe tersebut.

Sementara itu, Pupuhu Padepokan Wayang Bambu Bogor, Ki Drajat Iskandar, menambahkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari filosofi kesenian wayang bambu.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi pemicu tumbuhnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Baca Juga  Pemuda Pancasila Rangkasbitung: Menginspirasi dengan Kegiatan Sosial “Jumat Berbagi”

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Kehadiran Padepokan Wayang Bambu di tengah masyarakat Cijahe kali ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan aksi kemanusiaan.

Sumber: Edi Junaedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Viral Dijual Rp65 Miliar, Pulau Umang Disegel KKP karena Tak Berizin
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Berita Terbaru