BNPB salurkan Rp369,9 miliar dana perbaikan rumah rusak pascabencana

- Kontributor

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam Acara Penyerahan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Ringan dan Sedang di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (13/2/2026)

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam Acara Penyerahan Bantuan Stimulan Rumah Rusak Ringan dan Sedang di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh, Jumat (13/2/2026)

Banda Aceh,journalmedianews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan dana stimulan pembangunan rumah rusak ringan hingga sedang senilai Rp369,9 miliar untuk 17.251 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana dari tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara.

“Bantuan stimulan rumah rusak hari ini disalurkan kepada 17.251 KK di 25 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatera Utara. Total nilai bantuan mencapai Rp369,915 miliar,” kata Kepala BNPB Suharyanto, di Lhokseumawe, Aceh, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Letjen TNI Suharyanto dalam kegiatan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suharyanto menyebutkan dana stimulan ratusan miliar tersebut disalurkan Rp15 juta per KK untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta/KK untuk rumsh rusak sedang.

“Masih ada 24 kabupaten/kota yang sedang dalam proses verifikasi data dan penyalurannya akan segera dilakukan pada minggu depan,” ujarnya.

Di Kota Lhokseumawe terdapat 23 KK penerima bantuan rumah rusak ringan dan 1.178 KK penerima bantuan rumah rusak sedang, dengan total bantuan sebesar Rp35,685 miliar.

Artinya, hampir 90 persen pengajuan dari Wali Kota Lhokseumawe telah disetujui, hanya 21 KK yang masih memerlukan verifikasi ulang dan segera menerimanya setelah proses verifikasi selesai.

Suharyanto menjelaskan proses verifikasi dilakukan secara berjenjang dari bawah ke atas. Tim gabungan dari berbagai unsur terlebih dahulu memeriksa langsung kondisi rumah warga terdampak.

Kemudian dilakukan pengkategorian sebagai rusak ringan atau sedang sesuai petunjuk pelaksanaan berlaku. Data tersebut selanjutnya naik secara berjenjang hingga ke tingkat atas.

Menurutnya, proses ini berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Bagi warga terdampak yang tidak memenuhi kriteria rusak ringan atau sedang, pemerintah dapat membantu melalui skema bantuan lain yang tersedia.

Baca Juga  Dari Berkemah Hingga Membangun Karakter: Menggali Potensi Remaja Melalui Kepramukaan,Menpora Tegaskan Pramuka Tetap Menjadi Ekstrakulikuler Sekolah

Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening bank penerima. Pencairan dapat dilakukan hingga 80 persen dari total dana yang diterima. Sisanya 20 persen baru dapat dicairkan setelah ada bukti bahwa dana sebelumnya telah digunakan untuk perbaikan rumah.

 

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakernis Bareskrim, Kapolri Soroti Ancaman Kejahatan Transnasional
Mensesneg Tegaskan BBM Subsidi dan Non-Subsidi Belum Naik
DPR Desak Penguatan Force Protection Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Rupiah Melemah ke Rp17.041 per Dolar AS, Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Ketum FRIC Instruksikan Jajaran Se-Indonesia Awasi Dapur MBG, Tegaskan Hak Rakyat Tidak Boleh Dikurangi
Laporan Reformasi Polri Segera Diserahkan ke Presiden Prabowo, Yusril: Tebalnya Ribuan Halaman
Menhub: Puluhan Ribu Armada Disiapkan Layani Mudik Lebaran 2026
PBNU Resmi Instruksikan Qunut Nazilah Respon Agresi Militer Israel-As ke Iran

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:16 WIB

Rakernis Bareskrim, Kapolri Soroti Ancaman Kejahatan Transnasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Mensesneg Tegaskan BBM Subsidi dan Non-Subsidi Belum Naik

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:03 WIB

DPR Desak Penguatan Force Protection Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.041 per Dolar AS, Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:53 WIB

Ketum FRIC Instruksikan Jajaran Se-Indonesia Awasi Dapur MBG, Tegaskan Hak Rakyat Tidak Boleh Dikurangi

Berita Terbaru