King Naga Kecam Asda II Lebak: Pernyataan Dinilai Picu Kegaduhan, Pemerintah Diminta Introspeksi

- Kontributor

Jumat, 16 Januari 2026 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Banten — Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, melayangkan kritik keras terhadap klarifikasi yang disampaikan Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Lebak.

Ia menilai pernyataan tersebut bukan meredakan polemik, melainkan justru mencerminkan sikap defensif birokrasi yang dinilai tidak siap menerima kritik publik.

Menurut King Naga, klarifikasi Asda II tidak menyentuh pokok persoalan yang dipermasalahkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu dianggap lebih berfungsi sebagai upaya menjaga citra pemerintah daerah daripada menunjukkan tanggung jawab moral seorang pejabat publik.

“Ini bukan klarifikasi, melainkan pembelaan diri. Ketika pejabat lebih sibuk menjaga muka daripada menjawab substansi persoalan, maka kepercayaan masyarakatlah yang dipertaruhkan,” tegas King Naga kepada media, Selasa.

Ia menekankan bahwa kegaduhan yang muncul bukan disebabkan oleh kritik LSM, melainkan berawal dari pernyataan pejabat itu sendiri yang dinilai ceroboh dan tidak peka terhadap kondisi di lapangan.

Oleh karena itu, menurutnya, langkah paling bijak dan elegan adalah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik, bukan membangun narasi seolah-olah pemerintah berada di posisi paling benar.

“Pejabat publik digaji dari uang rakyat. Jika pernyataannya melukai rasa keadilan masyarakat, jangan bersembunyi di balik istilah klarifikasi. Akui kesalahan, minta maaf, dan selesaikan persoalan. Itu baru sikap seorang negarawan,” ujarnya.

Lebih lanjut, King Naga mengingatkan bahwa sikap defensif dan antikritik hanya akan memperlebar jarak antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menilai, apabila kritik terus dianggap sebagai ancaman, maka arah birokrasi di Kabupaten Lebak patut dipertanyakan.

“Jangan salahkan masyarakat jika ke depan suara publik semakin keras. Ini bukan sekadar kegaduhan, melainkan alarm bahaya bagi birokrasi yang menutup telinga terhadap aspirasi rakyat,” tandasnya.

Baca Juga  Solidaritas di Tengah Bencana: Tim Gabungan Kecamatan Parungkuda Salurkan Donasi untuk Korban Bencana Alam di Sukabumi

LSM GMBI Distrik Lebak menegaskan akan terus mengawal isu ini dan tetap menyuarakan kritik selama pemerintah daerah dinilai masih enggan bersikap terbuka serta bertanggung jawab secara moral di hadapan publik.

 

 

Editor: Zaenal
Copyright © JMN 2026

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru