Tindaklanjuti Masukan INAPLAS, Plt Sekda Cilegon Tinjau Drainase Penyebab Banjir di Ciwandan

- Kontributor

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menindaklanjuti masukan dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) terkait penanganan banjir di Kota Cilegon dengan meninjau langsung sejumlah drainase penyebab banjir di Kecamatan Ciwandan, Rabu (7/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Aziz didampingi unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan industri yang tergabung dalam INAPLAS.

Aziz menyampaikan, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan adanya beberapa saluran drainase yang mengalami penyempitan sehingga menghambat aliran air hujan ke laut dan memicu terjadinya banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Ciwandan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini kami dari Pemerintah Kota Cilegon bersama BPBD, DPUTR, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta pihak industri meninjau langsung drainase-drainase yang menjadi penyebab banjir,” ujar Aziz kepada wartawan di sela kegiatan.

Berdasarkan temuan tersebut, Pemkot Cilegon meminta pihak industri yang memiliki saluran drainase menuju laut agar segera melakukan perbaikan dalam waktu dua bulan ke depan.

Aziz menegaskan, apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak industri, Pemkot Cilegon tidak akan segan memberikan teguran tertulis.

“Ditemukan beberapa drainase yang menyempit, terutama di antara PT Aloce dan PT Selago. Setelah dilakukan koordinasi, alhamdulillah pihak perusahaan menyatakan siap melakukan perbaikan agar saluran air menuju laut bisa diperbesar,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan INAPLAS, Helmi, mengatakan bahwa perbaikan drainase menjadi langkah penting untuk mencegah banjir, terutama saat musim hujan.

Menurutnya, persoalan banjir juga berkaitan dengan rencana pengembangan industri petrokimia di Kota Cilegon.

“Saat ini kami sedang mengusulkan roadmap agar Cilegon menjadi pusat zona pengembangan petrokimia nasional. Jika masih sering terjadi banjir, tentu akan menjadi kendala dan membuat Cilegon tidak layak menjadi zona pusat tersebut atau bahkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujar Helmi.

Baca Juga  Peredaran Miras Oplosan di Bogor Dikeluhkan Warga, Masyarakat Harap Ada Penertiban

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri, diharapkan persoalan banjir di Kota Cilegon dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Berita Terbaru