Pemkot Serang Alokasikan Rp48,6 Miliar untuk Pembangunan Alun-alun, Mulai Maret 2026

- Kontributor

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang – Pemerintah Kota Serang mengalokasikan anggaran sebesar Rp48,6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Alun-alun Kota Serang.

Pekerjaan fisik proyek tersebut direncanakan mulai berjalan pada Maret 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan saat ini pemerintah daerah masih mematangkan seluruh tahapan persiapan sebelum memasuki tahap konstruksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu proses yang tengah berjalan adalah pengadaan konsultan pengawasan.

“Perencanaannya sudah ada, sekarang tinggal pematangan. Konsultan pengawasan kami jalankan lebih dulu karena masa pengawasan cukup panjang,” ujar Iwan, Rabu (7/1/2026).

Menurut Iwan, pembangunan alun-alun merupakan program mandatori yang melibatkan sejumlah aset dan sarana prasarana milik perangkat daerah lain serta kelurahan.

Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dilakukan guna memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala di lapangan.

“Di lokasi tersebut sebelumnya terdapat aset milik Dinas Lingkungan Hidup dan fasilitas yang dikelola kelurahan. Semua sudah kami komunikasikan, termasuk pembagian dan batasan kewenangan masing-masing,” jelasnya.

Hasil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), serta komunitas terkait, menyepakati bahwa beberapa fasilitas akan tetap dipertahankan. Salah satunya adalah lapangan tenis yang dinilai perlu dijaga keberadaannya meski bukan termasuk cagar budaya.

“Lapangan tenis tetap kami pertahankan. Sedangkan GOR bulutangkis yang sebelumnya dibangun oleh Disparpora akan dipindahkan ke Stadion Wibawa sebagai pengganti,” kata Iwan.

Selain itu, Monumen Perjuangan yang berada di kawasan alun-alun juga akan diperbaiki dan ditata ulang. Penataan tersebut bertujuan agar monumen tetap menjadi ikon kawasan sekaligus memperkuat identitas ruang publik Kota Serang.

“Monumen perjuangan akan kami perbaiki dan dikemas ulang supaya tetap menjadi ikon kawasan alun-alun,” ujarnya.

Baca Juga  Fam Fuk Tjhong Soroti Persalinan di Mobil Pikap Akibat Jalan Rusak di Lebak

Secara konsep, kawasan alun-alun dirancang terintegrasi antara sisi barat dan timur dengan memperhatikan fungsi ruang terbuka hijau, fasilitas publik, serta batas kewenangan yang ada.

Iwan menambahkan, proses lelang pekerjaan fisik direncanakan berlangsung pada Maret 2026 setelah seluruh dokumen perencanaan rampung.

Usai penandatanganan kontrak, pekerjaan fisik akan langsung dimulai dengan durasi pelaksanaan sekitar delapan bulan.

“Setelah kontrak ditandatangani, pekerjaan langsung berjalan. Targetnya selesai pada tahun 2026,” jelasnya.

Terkait potensi dampak terhadap lalu lintas, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan alun-alun, terutama pada ruas jalan utama.

“Pekerjaan fisik ditargetkan selesai akhir Desember, kemudian dilanjutkan masa pemeliharaan selama enam bulan,” kata Iwan.

Dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut juga datang dari masyarakat. Rina (34), warga Kecamatan Serang, berharap alun-alun dapat menjadi ruang publik yang ramah dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Yang penting aksesnya mudah dan fasilitasnya dijaga. Kami mendukung selama pembangunannya tidak mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

KY Umumkan 36 Nama Lolos Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:11 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK panggil Direktur PNBP SDA dan KND Kemenkeu Sebagai Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:24 WIB