26 Titik Wilayah di Kabupaten Lebak Rawan Banjir

- Kontributor

Minggu, 14 Juli 2024 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebut, tahun 2024 ada 26 kecamatan yang termasuk rawan banjir. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2019, yang hanya 14 kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lebak, Febi Rizki Pratama mengatakan, penyebab bertambahnya potensi daerah rawan banjir di Lebak dikarenakan adanya pembukaan lahan pertanian baru oleh masyarakat.

“Ditahun 2024 ini kami lakukan pendataan dan potensi daerah rawan banjirnya meningkat dari 14 menjadi 26 kecamatan adalah daerah rawan banjir dengan pembagian dengan skala yang kategori 5 atau risiko paling tinggi terjadi banjir ada 8 kecamatan dan dengan risiko banjir paling rendah ada 8 kecamatan juga,” kata Febi, di Rangkasbitung, Sabtu (13/7/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemetaan daerah rawan bencana dilakukan BPBD dalam kurun waktu 5 tahun. Dari data terbaru, diketahui ada peningkatan wilayah potensi banjir di Kabupaten Lebak. Adapun delapan kecamatan dengan risiko paling tinggi terjadi banjir yaitu Kecamaran Banjarsari, Cipanas, Bayah, Leuwidamar, Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, dan Kecamatan Wanasalam.

“Kecamatan Rangkasbitung dari data sebelumnya adalah kecamatan potensi banjir menengah, saat ini meningkat menjadi potensi tinggi,” ucap Febi.

Menurut dia, delapan daerah yang masuk dalam potensi tinggi banjir, selain karena dilalui oleh sungai-sungai besar, juga disebabkan adanya pertambahan jumlah penduduk, pertambahan pembangunan skalamasi, pembangunan perumahan dan pembukaan lahan baru.

Baca Juga  Ancaman dari Oknum Kolonel: Buntut Berita Aktivitas Pengolahan Limbah Ilegal di Gresik
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru