Majelis Taklim Ashobiyyah Ambruk di Ciomas, Belasan Jemaah Dilarikan ke RSUD Kota Bogor

- Kontributor

Senin, 8 September 2025 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Petugas bersama warga mengevakuasi korban di antara reruntuhan bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/9/2025). Bangunan yang baru selesai dibangun itu ambruk saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung.”

“Petugas bersama warga mengevakuasi korban di antara reruntuhan bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/9/2025). Bangunan yang baru selesai dibangun itu ambruk saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung.”

Bogor,Jawa Barat-Bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah yang berada di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ambruk saat digunakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (8/9/2025) pagi. Insiden itu menyebabkan puluhan jemaah mengalami luka-luka, sebagian di antaranya patah tulang dan memar serius.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ketika jemaah sedang melaksanakan marhaban. Salah satu korban selamat, Nyai, warga Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, mengaku kaget karena bangunan tiba-tiba bergetar sebelum akhirnya roboh.

“Kejadiannya cepat, tiba-tiba bangunan getar, terus kita semua ambruk ke bawah,” ujar Nyai yang kini menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor akibat patah tulang pada bagian kaki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal serupa diungkapkan Rukoyah (65), yang saat itu juga berada di lokasi. “Baru mulai pengajian, terus marhabanan. Tiba-tiba ada suara ‘krek-krek’, lalu langsung ambruk,” katanya.

Putra Rukoyah, Ikbar, menyebut robohnya bangunan diduga akibat tiang coran penahan yang hancur. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan dokter jaga IGD RSUD Kota Bogor, dr. Adhita Nurfitriani, yang menangani para korban.

“Sejumlah korban mengalami patah tulang, cedera punggung, dan luka memar,” jelas dr. Adhita.

Daftar Korban

Berikut sejumlah nama korban yang dirawat di RSUD Kota Bogor:
Rukoyah (65), Sopiah (51), Siti Hapsoh (56), Haida (52), Oom (55), Yuswaliah (58), Kokom K (55), Nyai, Siti Masitoh (40), Ulfah (48), Warsilah (45), Selamet Parwati (52), Dede (56), Mariah (36), Linda (39), Dodeh (60), Titin (33), Eva Nudiani (33), Siti Aisyah (13), Sofiatul Marwah (13), Septiana Putri (22), Karti (36), Yati (58), Yumma (2,5), Yuniarsih (27), Alesia (9), Ratu (15), Ai (40), serta Abdillah.

Baca Juga  Ancaman dari Oknum Kolonel: Buntut Berita Aktivitas Pengolahan Limbah Ilegal di Gresik

Diduga Tak Kuat Menahan Beban

Dandim 0621, Letkol Inf. Henggar Tri Wahono, mengatakan ambruknya bangunan diduga karena struktur bangunan tidak mampu menahan beban banyaknya jemaah yang hadir.

“Ambruknya bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah akibat tidak mampu menahan jemaah pada acara Maulid Nabi,” ungkapnya.

Senada, Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudi menuturkan, jumlah jemaah yang hadir saat itu mencapai 120–150 orang, jauh lebih banyak dibanding kegiatan pengajian biasanya.

“Biasanya hanya sekitar 30 orang, tapi karena acara maulidan, jamaahnya membludak hingga ratusan orang. Bangunan tidak kuat, akhirnya lantai dua ambruk ke bawah,” katanya.

Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan penyebab pasti robohnya bangunan yang diketahui baru saja selesai dibangun tersebut.

 

Jurnalis: Miradjli RM
Editor: JMN
Copyright © JMN 2025

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru