Polemik Pembangunan Desa Bojong Murni: Warga Resah, Pihak Terkait Dinilai Abai

- Kontributor

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Kondisi pembangunan TPT dan jalan di Desa Bojong Murni yang dikeluhkan warga karena diduga tidak sesuai spesifikasi. Foto: Dok. Warga"

BOGOR – Situasi di Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, kembali memanas menyusul dugaan ketidaksesuaian dalam pembangunan infrastruktur desa yang menggunakan Dana Bantuan Keuangan Infrastruktur Tahun 2024.

Keluhan warga terkait kualitas pembangunan jalan baru dan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dianggap asal jadi terus mengemuka, namun dinilai tidak mendapat respons serius dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan.

Pemberitaan sebelumnya dari Jurnal Media telah mengungkap bahwa proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis (spek). Ironisnya, warga menyebut pemerintah desa seperti menutup mata atas berbagai aduan yang sudah disampaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Bojong Murni disebut-sebut sulit ditemui, bahkan dihubungi melalui pesan WhatsApp pun tidak merespons. Salah satu staf desa yang berkaitan langsung dengan proyek infrastruktur, Jamaludin, juga tidak memberikan klarifikasi apapun.

Di sisi lain, Rosma selaku Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang) Kecamatan Ciawi memberikan tanggapan yang dianggap normatif. Ia menyatakan bahwa pihak kecamatan telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev), serta menegur Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan Sekretaris Desa (Sekdes).

“Kami sudah monev dan menegur TPK serta Sekdes. Jawaban Sekdes, akhir bulan Juli akan diselesaikan, maka kami akan kembali ke desa di akhir bulan Juli 2025,” ujar Rosma.

Namun, pernyataan tersebut dinilai tidak cukup menenangkan warga yang merasa bahwa pembangunan asal-asalan bukan hal baru di desanya.

Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hampir seluruh proyek pembangunan di Desa Bojong Murni diborongkan ke pihak ketiga tanpa melibatkan warga lokal.

“Pekerjaan bangunan seperti jalan dan lainnya semuanya diborongkan ke luar. Masyarakat sini jarang dilibatkan. Wajar kalau kualitas bangunannya dipertanyakan. Bahkan RT, RW, dan LPM tidak pernah dilibatkan, hanya staf khusus saja yang ikut,” katanya.

Baca Juga  Dinas Pendidikan Cilegon Kembalikan Ratusan Anak Putus Sekolah

Warga juga mempertanyakan mengapa Kepala Desa yang sempat didemo pada tahun 2024 masih tetap menjabat tanpa adanya perubahan nyata dalam kinerjanya.

Mereka khawatir kondisi desa akan semakin buruk jika tidak ada tindakan tegas dari pihak kecamatan, pemerintah daerah, maupun lembaga pengawas lainnya.

“Kalau memang sudah tidak mampu memimpin dengan amanah, lebih baik mundur saja. Sudah pernah didemo warga tapi tetap tidak ada perubahan,” tambah warga tersebut.

Situasi ini mencerminkan potret buram tata kelola pemerintahan desa yang kurang transparan dan akuntabel. Masyarakat berharap aparat berwenang segera turun tangan dan mengambil langkah nyata demi menyelamatkan Desa Bojong Murni dari kemunduran yang lebih dalam.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru