Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Jagarksa Diduga Asal Jadi, Warga Keluhkan Kualitas dan Minimnya Transparansi

- Kontributor

Minggu, 18 Mei 2025 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, 18 Mei 2025 | Proyek pembangunan jalan rabat beton di Kampung Ci Bangkala, Desa Jagarksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan warga. Pembangunan yang belum lama rampung itu sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti jalan yang berdebu dan permukaan yang tidak merata.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Salah satu indikasinya adalah penggunaan bahan baku seperti semen yang dinilai kurang berkualitas dan tidak merata. Selain itu, proyek ini juga tidak dilengkapi papan informasi publik, yang seharusnya menjadi bentuk transparansi anggaran kepada masyarakat.

“Saya lihat pengerjaannya asal-asalan. Ketebalan jalannya tidak merata, di satu titik tipis, di titik lain tebal. Baru beberapa minggu selesai tapi jalannya sudah berdebu dan rusak,” ujar salah satu warga Kampung Ci Bangkala yang enggan disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) hanya menjawab singkat, “Tidak ada papan proyek karena sudah disertifikasi. Sekarang papan proyeknya juga sudah dicopot karena jalan sudah dibuka.”

Sementara itu, pihak pemerintah Desa Jagarksa hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi. Pihak media masih terus berupaya menghubungi kepala desa atau pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai proyek tersebut.

Yandi, perwakilan lembaga Kecamatan Muncang, meminta agar Pemerintah Kabupaten Lebak dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera turun tangan untuk menyikapi dugaan pembangunan yang dinilai asal jadi tersebut.

“Kami menduga proyek ini dikerjakan asal jadi alias ‘asjad’. Harus ada audit menyeluruh agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan potensi praktik korupsi di tingkat desa,” tegas Yandi.

Baca Juga  Pengawasan Ormas di Kabupaten Lebak: Upaya Meningkatkan Efektivitas dan Akuntabilitas

Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait demi memastikan kualitas pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Awak media masih beriusaha mengonfirmasi pihak pemerintahan desa terkait proyek ini,hingga berita ini terbit.

Reporter: Denis | Kaperwil

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru