Bencana Longsor Ciseupan Terjang 17 Kedusunan , 3 RW dan 14 Kampung di Kecamatan Simpenan

- Kontributor

Rabu, 12 Maret 2025 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi,12 Maret 2025| Wartawan: Ade Tri Laksana

Pasca bencana bencana longsor dahsyat melanda Kampung Ciseupan, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (6/3/2025). Longsor yang menerjang Kedusunan Kaung Luwuk ini mengakibatkan lebih dari 10 rumah hancur dan menciptakan 16 titik longsor parah.

Sebanyak 17 kedusunan, 3 RW, dan 14 kampung terdampak dalam bencana ini. Kampung Ciseupan mengalami kerusakan paling parah dengan material longsor berupa bebatuan, pasir, dan lumpur yang menimbun rumah-rumah warga hingga setinggi sekitar 4 meter.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sujatna (50), salah seorang warga yang menjadi korban, menceritakan kejadian mengerikan itu. “Saat itu saya mau ke masjid habis adzan Isya. Tiba-tiba longsor datang, saya langsung menyelamatkan diri bersama keluarga,” ungkapnya.

Menurut Sujatna, suara batu besar yang jatuh dari bukit sempat terdengar sebelum longsor menghantam perkampungan. Hal tersebut membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri. “Semua warga langsung lari menyelamatkan diri. Alhamdulillah gak ada korban jiwa. Rumah saya sendiri sudah tertimbun tanah, pohon karet, dan batu setinggi 4 meter,” jelasnya.

Longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Material longsor dari Bukit Ciseupan bahkan mengubah aliran sungai yang kemudian menghantam rumah-rumah warga.

Sujatna mengaku hanya bisa pasrah menyelamatkan diri bersama istri dan anaknya. “Kami cuma bisa lari menyelamatkan diri. Barang-barang gak sempat diselamatkan. Yang penting keluarga selamat. Sekarang rumah sudah gak mungkin dihuni lagi,” ujarnya dengan nada putus asa.

Ia juga mengungkapkan bahwa longsor sebelumnya pernah terjadi, namun tidak separah kali ini. “Pernah longsor, tapi cuma lumpur masuk ke rumah. Sekarang ini kerusakannya benar-benar parah,” tambahnya.

Warga saat ini sangat membutuhkan bantuan makanan pokok, terutama beras. “Kalau bantuan pakaian sudah ada, tapi yang lebih dibutuhkan itu makanan sama beras. Buat makan sehari-hari saja susah,” kata Sujatna.

Baca Juga  Warga Soroti Kualitas Jalan Hotmix, Pemkab Lebak Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana APBDes

Namun, bantuan dari pemerintah Desa Cidadap hingga kini belum terlihat. Justru bantuan datang dari Desa Cimaja dan Kecamatan Simpenan. Sayangnya, jumlah bantuan tersebut masih jauh dari cukup.

“Kampung Ciseupan, Kawung Luwuk, Babakan Jati, Jeruk Nipis, dan Kampung Baru semuanya terdampak. Akses jalan tertutup longsor, kendaraan gak bisa lewat, bahkan motor juga susah,” keluh Sujatna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

⚖️ Hukum & Kriminal

KY Umumkan 36 Nama Lolos Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:11 WIB

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

⚖️ Hukum & Kriminal

KPK panggil Direktur PNBP SDA dan KND Kemenkeu Sebagai Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 11:24 WIB