Proyek Irigasi di Lebak Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, LSM Desak Tindakan Tegas

- Kontributor

Jumat, 20 Desember 2024 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak,20 Desember 2024 | Kementerian Pertanian tahun ini telah mengalokasikan anggaran besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani, termasuk melalui program irigasi perpompaan di sektor Hortikultura. Program ini bertujuan memberikan akses air yang lebih baik bagi para petani.

Namun, proyek senilai Rp112.800.000 yang dikerjakan oleh Gapoktan Kelompok Tani (SRI ASIH) di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi atau Rencana Pembuatan Bangunan. Selain itu, nilai anggaran proyek tersebut tidak tercantum di papan informasi.

Investigasi media di lokasi proyek menemukan bahwa pondasi pekerjaan menggunakan batu merah, yang jelas tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Batu merah tidak direkomendasikan untuk pondasi karena tidak dirancang sebagai komponen struktural utama untuk bangunan berat, mengingat daya tahannya yang terbatas terhadap beban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurangnya pengawasan dari Dinas Pertanian atau pengawas lapangan di bidang irigasi pertanian diduga menjadi penyebab utama ketidaksesuaian ini. Akibatnya, pihak pelaksana lapangan hanya menerapkan anggaran pembangunan secara seadanya.

Rosid, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan ini. Jika terbukti ada penyimpangan, tindakan tegas harus diambil untuk mencegah penyalahgunaan dana rakyat.

Rosid berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan di daerah agar transparan dan tepat sasaran, terutama proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil seperti kelompok tani. “Pembangunan infrastruktur pertanian sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan petani. Namun, jika diselewengkan, justru merugikan mereka. Kami tidak akan tinggal diam terhadap dugaan seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rosid menyatakan bahwa LSM akan terus menggali informasi untuk menindaklanjuti pekerjaan tersebut. Di tempat terpisah, seorang petani setempat mengonfirmasi bahwa pondasi bangunan memang menggunakan batu merah.

Baca Juga  PLN Sambungkan Listrik Gratis untuk 7.357 Keluarga Kurang Mampu di Tahun 2024

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memberikan hak jawab agar pemberitaan berimbang.

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru