Desa Rahong Diguncang Isu Pungli BPNT: Kades Minta Bukti

- Penulis

Minggu, 15 Desember 2024 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak, Minggu, 15 Desember 2024 | Masyarakat Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dikejutkan dengan dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum RT terkait bantuan pangan non-tunai (BPNT).

Warga menduga kuat bahwa telah terjadi pungutan sebesar Rp100.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alasan untuk biaya pengajian di masjid.

Seorang warga Kampung Citeureup yang tidak ingin disebutkan namanya (inisial J) mengungkapkan kepada media bahwa biasanya pungutan hanya sebesar Rp50.000, namun kali ini mencapai Rp100.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alasannya untuk pengajian desa. Yang dipungut itu semua yang dapat bantuan, termasuk mertua saya atas nama Bariah dan Yuni. Yang memotong adalah RT, Apol,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Rahong, Ubed Jubaedi, menyatakan bahwa jika benar ada RT yang memotong Rp100.000, maka hari itu juga akan dipecat.

“Kalau masyarakat memberi lebih ke RT, saya tidak tahu. Tidak bisa hanya berdasarkan dugaan, harus ada bukti. Saya tegaskan kepada RT, jangan memotong kecuali diberi oleh masyarakat. Jika ada yang ketahuan memotong, saya akan pecat,” tegasnya.

Ubed Jubaedi menambahkan bahwa desa tidak memerintahkan RT untuk memungut kecuali diberi secara sukarela oleh masyarakat.

“Silakan buktikan, karena RT tidak ada yang mengaku. Saya ingin ini terbukti. Jangan membuat masalah jika tidak ada bukti yang nyata. Saya sudah mengumpulkan para RT,” ujarnya.

Kades juga menanyakan asal aduan tersebut dan dari RT mana, agar bisa menegur dan menentukan tindakan.

“Akang orang mana? Saya akan cek nomor ini dan lokasinya, kalo jadi wartawan harus akurat nanti kamu kena kode etik, iya kalau mendengar dan katanya jangan dulu langsung mengintimidasi ka, menanyakan harus dengan bukti ka, Ujar,” kades (Ubed Jubaedi).

Baca Juga  Akibat Pergerakan Tanah di Kabupaten Bandung Barat Warga Dilarang Menempati Kembali

Kades Ubed juga menjelaskan prihal pungutan untuk pengajian yang tidak dipaksakan kepada warganya.

“Jika masalahnya untuk pengajian tahunan, masyarakat untuk sedekah penutupan pengajian, kami selaku ketua pengajian tidak memaksa. Jika masyarakat tidak mau memberi sedekah, kami tidak memaksa,” jelasnya.

Namun disisi lain seorang wartawan merasa tidak terima dengan pernyataan sang kades yang dianggap telah mengintimidasi,padahal menurutnya ia hanya menanyakan prihal isu yang didapat,dan ia anggap pertanyaan yang disampaikan telah sesuai dengan tugasnya sebagai wartawan.

“Sebagai jurnalis, saya merasa tidak senang dengan pernyataan kades yang mengatakan saya mengintimidasi, karena dalam isi chat saya tidak ada kata intimidasi. Saya hanya menanyakan terkait aduan dari warga, karena itu tugas dan hak saya sebagai jurnalis untuk mempertanyakan dan mengonfirmasi”.Dalam keterangannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Viral Dijual Rp65 Miliar, Pulau Umang Disegel KKP karena Tak Berizin
Ratusan Domba Garut Dibagikan, Lebak Kejar Swasembada Daging
Peredaran Miras Oplosan di Bogor Dikeluhkan Warga, Masyarakat Harap Ada Penertiban
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026

Minggu, 26 April 2026 - 11:59 WIB

Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan

Kamis, 23 April 2026 - 04:49 WIB

Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler

Berita Terbaru