Satpol PP Kota Bogor Siapkan Program Sekuter untuk Atasi Pengamen dan Anak Punk

- Kontributor

Rabu, 11 Desember 2024 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor Kota,11 Desember 2024 | Satpol PP Kota Bogor berencana menduplikasi Program Sekolahku Tertib (Sekuter) untuk menertibkan pengamen dan anak punk yang sering kembali ke jalan setelah ditertibkan. Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach, menyatakan bahwa program ini merupakan solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

Kolaborasi Antar Instansi

Satpol PP Kota Bogor akan bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait, mirip dengan Program Sekuter yang sebelumnya digunakan untuk menangani tawuran antar pelajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin ada kolaborasi. Setelah pengamen dan anak punk ditangkap, mereka akan dimasukkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) yang dijalankan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) atau program dari Dinas Sosial (Dinsos),” ujar Agustian kepada Radar Bogor.

Meningkatkan Kompetensi

Melalui program ini, Agustian berharap para pengamen dan anak punk akan memiliki kompetensi untuk bekerja atau berwirausaha, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada kehidupan di jalan.

“Saya sedang merancang kolaborasi ini. Karena ini bukan soal anggaran, tapi kemauan,” tambahnya.

Pendekatan Humanis

Selama ini, Satpol PP Kota Bogor hanya mendorong agar para pengamen dapat bekerja tanpa memaksa dan tidak mengganggu pengguna jalan.

“Salah satunya pengamen di Simpang Jambu Dua. Mereka kami beri diskresi, tapi tidak boleh mengganggu dan memaksa. Dengan pola ini, masyarakat juga lebih terhibur. Walaupun idealnya tidak boleh mengamen dan mesti ada yang menindaklanjuti,” jelas Agustian.

Dengan adanya program ini, diharapkan masalah pengamen dan anak punk di Kota Bogor dapat ditangani dengan lebih efektif dan humanis, memberikan mereka kesempatan untuk hidup yang lebih baik.

Baca Juga  Gubernur Pastikan Pasien Dilayani Saat Pemutakhiran Data PBI
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru