Pandeglang: Kekeringan Ancam Ribuan Hektare Lahan Pertanian

- Kontributor

Rabu, 21 Agustus 2024 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandeglang, 20 Agustus 2024 – Kondisi kemarau yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pandeglang mulai berdampak signifikan terhadap lahan pertanian. Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang mencatat sekitar 1.000 hektare lahan sawah di Pandeglang terancam mengalami kekeringan.

Kepala DPKP Pandeglang, M. Nasir, menyatakan bahwa data tersebut diperoleh dari hasil pendataan yang dilakukan oleh DPKP, Dirjen Perkebunan, Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan mahasiswa Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI). “Ini sudah masuk kemarau, berdasarkan hasil laporan dari teman-teman UPT dan dari data yang sudah ada, kami melihat ada lebih dari 1.000 hektare sawah yang mengalami kekeringan,” katanya, Selasa (20/8/2024).

Nasir menjelaskan bahwa ribuan hektare lahan tersebut tersebar di 35 kecamatan di Pandeglang, dengan berbagai tingkat keparahan. Lahan pertanian yang terancam kekeringan tersebar di Kecamatan Cikeusik, Angsana, Munjul, Panimbang, Patia, Pagelaran, Bojong, Picung, dan Sindangresmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah-wilayah yang kering di antaranya Kecamatan Cikeusik, Angsana, Panimbang, dan beberapa kecamatan lain, termasuk wilayah-wilayah di area pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang. Kemarin saya juga meninjau beberapa titik, memang tidak ada sumber airnya,” ujarnya.

Untuk mengatasi ancaman kekeringan ini, pihaknya bergerak cepat dengan melakukan penelusuran di semua titik yang terancam zona kekeringan. “Upaya-upaya yang kami lakukan adalah mengidentifikasi semua potensi air permukaan. Jika sudah ada, kami titipkan dan hibahkan pompa-pompa yang jumlahnya lebih dari 500 unit. Bahkan, kemarin ada tambahan sebanyak 20 unit dari Kabupaten Tangerang sebagai upaya untuk mengamankan tanaman yang ada,” jelas Nasir.

 

Baca Juga  Perselingkuhan dan Penghinaan Terhadap Wartawan Kini Menuai Sorotan Sejumlah Wartawan Di Kabupaten Lebak
Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB