Inovasi Pendidikan Agama: Dana Insentif untuk Guru Madrasah Diniyah di Kabupaten Lebak

- Kontributor

Minggu, 26 Mei 2024 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak| Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten memberikan dana insentif bagi tenaga guru madrasah diniyah, guru maghrib mengaji dan pengelola atau pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes).

“Bantuan dana insentif ini merupakan bentuk kecintaan pemerintah daerah terhadap pengajar agama Islam,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Lebak H Iyan Fitriyana saat dikonfirmasi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu.

Masyarakat Kabupaten Lebak sebagai “daerah seribu santri” tentunya memiliki kecintaan atau mahabah untuk memberikan bantuan dana insentif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, guru madrasah diniyah, guru maghrib mengaji dan pengelola ponpes melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya lillahita’ala atau seikhlasanya biaya dari masyarakat.

Padahal, kehadiran guru pengajar agama itu menjadikan pondasi bangsa untuk menyampaikan pemahaman ajaran Islam dengan benar kepada masyarakat.

Selain itu juga membangkitkan nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan Tanah Air juga dapat mencegah terorisme, radikalisme dan pemahaman ajaran sesat.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak tahun 2024 memberikan dana insentif untuk guru madrasah diniyah sebanyak 5.425 orang dan masing-masing menerima dana insentif Rp600 ribu dengan nilai total Rp3,255 miliar.

Begitu juga guru maghrib mengaji sebanyak 10.481 orang dan mereka masing-masing mendapatkan dana insentif Rp250 ribu dengan total Rp2,620 miliar.

Selanjutnya, pengelola atau pimpinan ponpes sebanyak 1.600 orang dengan menerima dana insentif masing-masing Rp900 ribu dengan total Rp1,440 miliar.

“Kami berharap dana insentif itu menjadi semangat lebih tinggi untuk membangun pendidikan agama Islam di masyarakat, meski nilainya tidak seberapa itu,” kata Iyan.

Menurut dia, selama ini, nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Lebak berjalan dengan baik.

Masyarakat Kabupaten Lebak yang pluralisme dan hidrogen keberagaman perbedaan agama, sosial, budaya, adat dan bahasa.

Baca Juga  Car Free Night di Jalur Puncak: Antisipasi Kemacetan Malam Tahun Baru 2025

Namun, di tengah keberagaman dan perbedaan itu hingga kini terjalin kerukunan, keharmonisan, saling tolong menolong dan kegotongroyongan di masyarakat.

Kedamaian dan kerukunan itu karena Kabupaten Lebak dikenal sebagai “daerah seribu santri” yang religius.

“Kami berharap ke depannya kehidupan masyarakat lebih sejahtera dengan adanya pemahaman ajaran Islam yang benar dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT,” katanya menjelaskan.

Kepala Madrasah Diniyah Muhajirin di Jalan Siliwangi Rangkasbitung, Sopandi mengatakan pihaknya merasa lega dan senang menerima bantuan dana insentif dari pemerintah daerah sebesar Rp600 ribu.

“Kami tentunya bantuan dana insentif itu dapat meringankan beban ekonomi keluarga, karena pendapatan gaji hanya Rp200 ribu per bulan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak Badrussalam mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah setempat dengan menyalurkan bantuan dana insentif bagi guru madrasah, guru maghrib mengaji dan pimpinan ponpes.

“Kami terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah daerah guna mendukung program pendidikan Madrasah Diniyah,” katanya.

 

Follow WhatsApp Channel journalmedianews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan
SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg
Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu
Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL
IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi
Ribuan Warga Badui Padati Pendopo Lebak dalam Ritual Seba 2026
Ratusan Jamaah Haji Asal Ponorogo Mulai Diberangkatkan, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Konter XXD Diduga Gunakan Data Orang Lain untuk Aktivasi Kartu Seluler
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Kondisi Sekolah Tak Terawat, Realisasi Dana BOS SDN Pasirloa Dipertanyakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:31 WIB

SPPG Yayasan Boga Pangan Gemilang Diduga Cemari Lingkungan Warg

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:02 WIB

Tebing Longsor Putus Akses Jalan Citorek–Ciparay, Mobilitas Warga Lebak Terganggu

Senin, 11 Mei 2026 - 06:36 WIB

Dapur SPPG di Cigombong Dikeluhkan Warga karena Diduga Belum Miliki IPAL

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:31 WIB

IRONIS! Beban Fotokopi Menghantui Pelayanan Publik di Tengah Gencarnya Digitalisasi

Berita Terbaru

Foto: Material dan peralatan yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin ditemukan saat investigasi lapangan. Dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait serta hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

⚖️ Hukum & Kriminal

Aktivitas Tambang Emas Ilegal Kembali Mencuat, Nama HE Disebut Sebagai Pemodal

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:22 WIB